KEDIRI, Tandaglobal.news Paguyuban RT/RW Kelurahan Pare menggelar rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia melalui acara Jalan Santai Berhadiah, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 06.30 WIB tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat.

Jalan santai menjadi salah satu agenda besar dalam rangkaian peringatan Agustusan yang diselenggarakan Paguyuban RT/RW Kelurahan Pare.

Selain jalan santai, panitia juga menyiapkan agenda Pagelaran Wayang Kulit yang dijadwalkan berlangsung pada 4 September 2026.

Ketua Umum Panitia, Sasi Kirana, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kebersamaan masyarakat sekaligus upaya menghadirkan hiburan rakyat dalam peringatan kemerdekaan.

“Ini merupakan gebrakan pertama dari Paguyuban RT/RW Kelurahan Pare. Kami ingin kegiatan Agustusan ini benar-benar bisa dinikmati masyarakat dan menjadi ajang untuk mempererat kebersamaan warga,” ujar Sasi Kirana.

Rute jalan santai dimulai dari kawasan Jalan Puncak Jaya menuju arah timur.

Peserta kemudian melintasi sejumlah ruas jalan di wilayah Pare, di antaranya Jalan Pipit Sudirman, kawasan Patung Mastrip, Jalan WR Supratman, Patung Jam, Jalan Mayor Sujadi atau Letjen Sutoyo, Jalan Semeru, Gede 1, hingga kawasan Perempatan Pancuran.

Perjalanan kemudian berlanjut kembali melalui kawasan Patung Mastrip menuju Pertigaan 22, sebelum peserta mencapai garis finis.

Untuk mengikuti kegiatan tersebut, panitia menyediakan kupon dengan harga Rp2.000 per lembar.

Kupon dicetak sebanyak 500 bendel dan sebagian besar diperuntukkan bagi masyarakat Kelurahan Pare, meskipun sejumlah peserta dari luar wilayah juga turut membeli kupon.

Menurut Sasi, hasil penjualan kupon saja belum cukup untuk membiayai dua agenda besar tersebut.

Oleh karena itu, panitia juga menggalang dukungan dari para donatur dan sponsor, termasuk pengusaha, pertokoan, serta perkantoran.

“Kami mendapat dukungan dari banyak pihak. Karena kalau hanya mengandalkan penjualan kupon tentu belum mencukupi untuk pelaksanaan kegiatan sebesar ini. Alhamdulillah ada donatur dan sponsor yang ikut membantu,” katanya.

Berbagai hadiah telah disiapkan untuk peserta.

Total nilai hadiah diperkirakan mencapai hampir Rp56 juta.

Hadiah utama yang menjadi perhatian masyarakat adalah tiga unit sepeda motor dan tiga ekor kambing.

Selain itu, tersedia pula tiga unit kulkas, tiga televisi, mesin cuci, rice cooker atau magic com, serta puluhan hadiah menarik lainnya.

Tidak hanya menyediakan hiburan, panitia juga melibatkan tim kesehatan untuk mendukung kelancaran acara.

Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan layanan kesehatan setempat dengan menerjunkan empat personel kesehatan, tim caregiver, serta layanan kesehatan herbal Nutirindo.

Tim kesehatan tersebut bertugas mendampingi peserta selama kegiatan berlangsung dan siap memberikan pertolongan apabila ada warga yang membutuhkan bantuan kesehatan.

Setelah jalan santai, rangkaian Agustusan Kelurahan Pare masih akan berlanjut dengan Pagelaran Wayang Kulit pada 4 September 2026.

Pagelaran tersebut menghadirkan dalang dan penampil dari Solo dengan bintang tamu Jo Kluthuk dan Jo Klithik.

Sasi berharap kegiatan tersebut dapat terus berlanjut pada tahun-tahun berikutnya.

Menurutnya, evaluasi akan dilakukan untuk memperkuat kekompakan panitia dan meningkatkan koordinasi.

“Harapan kami kegiatan seperti ini tidak berhenti tahun ini saja. Kami ingin terus berkesinambungan hingga tahun 2027 dan seterusnya, tentunya dengan panitia yang semakin solid dan koordinasi yang lebih matang,” pungkasnya.