PASI Kabupaten Kediri juga mulai menyiapkan atlet untuk target jangka panjang.

Pada PORPROV 2027, pembinaan akan diarahkan pada nomor lempar dan lompat, sedangkan nomor lintasan masih dalam tahap pencarian atlet yang mampu memenuhi limit sesuai kebutuhan.

Sementara itu, pembinaan atlet muda juga diarahkan untuk menghadapi PORPROV 2029 yang direncanakan berlangsung di wilayah Kediri Raya.

PASI berharap atlet yang dibina sejak usia muda dapat berkembang dan mampu memberikan prestasi bagi Kabupaten Kediri.

Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan KSAC 2026.

Menurutnya, antusiasme 550 peserta menunjukkan adanya minat yang besar terhadap cabang olahraga atletik di Kabupaten Kediri.

“Kami mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan ini. Antusiasme peserta sangat luar biasa dengan jumlah mencapai 550 peserta. Kami berharap dari kegiatan ini muncul atlet-atlet berbakat yang dapat dibina lebih lanjut,” ujar Hakim.

Hakim menilai hasil pertandingan dalam KSAC 2026 menunjukkan adanya potensi atlet yang dapat dikembangkan.

Salah satunya terlihat dari nomor lempar atau tolak peluru yang mencatat hasil lebih dari tujuh meter.

“Catatan hasil pertandingan cukup bagus dan ada potensi yang bisa kita bina. Bahkan, ada peserta nomor lempar atau tolak peluru yang mampu mencapai lebih dari tujuh meter,” kata Hakim.

Melalui KSAC, PASI Kabupaten Kediri berharap dapat mengumpulkan data atlet potensial sebanyak-banyaknya.

Database tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan atlet yang akan mewakili Kabupaten Kediri pada kejuaraan tingkat Jawa Timur maupun nasional.