

KEDIRI, Tandaglobal.news — Kediri Student Athletics Competition (KSAC) Ke-2 Kabupaten Kediri menjadi ajang pembibitan dan pencarian atlet atletik potensial. Kejuaraan tersebut diikuti 550 pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA dan menjadi bagian dari upaya Pengurus Kabupaten Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kediri menyiapkan atlet menuju berbagai kejuaraan, Senin 24/8/2026.
Ketua Umum Pengkab PASI Kabupaten Kediri periode 2025–2029, Erfin Fatoni, mengatakan jumlah peserta KSAC tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan pelaksanaan sebelumnya.
Kompetisi juga menggunakan sistem kelompok umur sehingga peserta dapat bertanding berdasarkan kategori usia, bukan hanya berdasarkan jenjang sekolah.
“Tahun ini kami menggunakan sistem kelompok umur. Dengan sistem tersebut, peserta dari jenjang sekolah berbeda dapat bertanding sesuai kategori usianya,” ujar Erfin.
KSAC 2026 mempertandingkan tiga kelompok nomor, yakni lari, lempar, dan lompat.
Nomor lari meliputi 60 meter, 80 meter, 100 meter, 400 meter, hingga lari jarak jauh 5.000 meter yang dilaksanakan pada pagi hari.
Erfin menjelaskan, pelaksanaan KSAC juga menjadi bagian dari proses seleksi atlet untuk menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) di Kabupaten Ngawi.
Atlet yang mampu memenuhi batas waktu atau limit sesuai standar akan dipertimbangkan untuk mewakili Kabupaten Kediri.
Selain itu, PASI akan mengevaluasi kembali atlet yang meraih peringkat pertama, kedua, dan ketiga berdasarkan pencapaian limit waktu.
Hasil evaluasi tersebut akan menjadi pertimbangan untuk mengikuti kejuaraan pada tingkat berikutnya, termasuk Jatim Open.
“Kejuaraan ini menjadi bagian dari pembibitan atlet dan penyusunan database atlet potensial. Data tersebut akan memudahkan kami dalam memilih atlet untuk mewakili Kabupaten Kediri,” kata Erfin.
PASI Kabupaten Kediri juga mulai menyiapkan atlet untuk target jangka panjang.
Pada PORPROV 2027, pembinaan akan diarahkan pada nomor lempar dan lompat, sedangkan nomor lintasan masih dalam tahap pencarian atlet yang mampu memenuhi limit sesuai kebutuhan.
Sementara itu, pembinaan atlet muda juga diarahkan untuk menghadapi PORPROV 2029 yang direncanakan berlangsung di wilayah Kediri Raya.
PASI berharap atlet yang dibina sejak usia muda dapat berkembang dan mampu memberikan prestasi bagi Kabupaten Kediri.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan KSAC 2026.
Menurutnya, antusiasme 550 peserta menunjukkan adanya minat yang besar terhadap cabang olahraga atletik di Kabupaten Kediri.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan kejuaraan ini. Antusiasme peserta sangat luar biasa dengan jumlah mencapai 550 peserta. Kami berharap dari kegiatan ini muncul atlet-atlet berbakat yang dapat dibina lebih lanjut,” ujar Hakim.
Hakim menilai hasil pertandingan dalam KSAC 2026 menunjukkan adanya potensi atlet yang dapat dikembangkan.
Salah satunya terlihat dari nomor lempar atau tolak peluru yang mencatat hasil lebih dari tujuh meter.
“Catatan hasil pertandingan cukup bagus dan ada potensi yang bisa kita bina. Bahkan, ada peserta nomor lempar atau tolak peluru yang mampu mencapai lebih dari tujuh meter,” kata Hakim.
Melalui KSAC, PASI Kabupaten Kediri berharap dapat mengumpulkan data atlet potensial sebanyak-banyaknya.
Database tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan atlet yang akan mewakili Kabupaten Kediri pada kejuaraan tingkat Jawa Timur maupun nasional.




















Tinggalkan Balasan