Sementara perwakilan mahasiswa lainnya, Richardo, berharap kepolisian dapat memberikan pengamanan ketika mahasiswa menyampaikan aspirasi sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres kembali menegaskan bahwa pengamanan terhadap penyampaian aspirasi merupakan bagian dari tugas kepolisian.
“Kami berkomitmen mengawal teman-teman semua ketika menyampaikan aspirasi di muka umum,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kapolres Kediri Kota mengajak mahasiswa melakukan introspeksi bersama. Menurutnya, komunikasi dua arah sangat diperlukan agar setiap persoalan dapat diselesaikan tanpa harus berkembang menjadi konflik.
“Kalau kami punya kesalahan, kami juga siap diingatkan,” ungkapnya.
Kresno menilai suasana Kota Kediri yang guyub, ramah dan penuh toleransi merupakan modal penting yang harus terus dipertahankan.
“Selama sekitar 20 hari saya bertugas di Kediri, kami merasa nyaman karena masyarakatnya ramah dan guyub. Sayang kalau kota yang damai seperti ini dirusak oleh sekelompok orang,” pungkasnya.
Di sisi lain, mahasiswa juga menyampaikan perhatian terhadap sejumlah persoalan sosial dan kesehatan masyarakat.
Mereka berharap kepolisian bersama seluruh elemen masyarakat dapat memperkuat edukasi serta langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu generasi muda.




















Tinggalkan Balasan