KEDIRI, Tandaglobal.news — Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kediri 2026 sukses menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Canda Bhirawa, Pare, Senin (17/8/2026).
Penampilan Paskibraka tahun ini menjadi perhatian karena untuk pertama kalinya posisi tiang bendera ditempatkan di tengah lapangan.
Perubahan tersebut membuat formasi pasukan harus menyesuaikan dengan pola baru dibanding pelaksanaan upacara pada tahun-tahun sebelumnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko mengatakan, pihaknya sempat merasa waswas dengan penerapan formasi baru tersebut.
Namun, kekhawatiran itu terjawab setelah para anggota Paskibraka mampu menjalankan tugas dengan baik.
“Ini penampilan pertama, kami was-was karena tahun 2026 ini baru. Tiang bendera harus sesuai dengan istana, di tengah. Kalau tahun-tahun kemarin kan di pinggir. Kita mau formasi baru dan alhamdulillah anak-anak Paski Kabupaten Kediri Garuda 13 melaksanakan dengan baik,” ujar Yuli.
Meski secara keseluruhan penampilan dinilai baik, Yuli menyebut masih terdapat sejumlah hal yang perlu dievaluasi.
Salah satunya berkaitan dengan langkah pada formasi berbentuk huruf U.
Menurutnya, evaluasi tersebut akan menjadi bahan pembenahan sebelum pelaksanaan penurunan bendera pada sore hari.
Ia berharap penampilan Paskibraka dapat kembali berjalan lancar dengan hasil yang lebih baik.
Dari sisi kesehatan, seluruh anggota Paskibraka juga dilaporkan dalam kondisi baik. Tidak ada anggota inti maupun cadangan yang mengalami sakit atau harus meninggalkan tugas saat prosesi pengibaran.
Pelatih Paskibraka Kabupaten Kediri 2026, Peltu Tri Yudho, menilai performa para anggota maksimal.
Menurutnya, tidak terdapat kesalahan berarti selama pelaksanaan pengibaran bendera.
“Ya maksimal lah, alhamdulillah enggak ada kesalahan. Kemudian anak-anak semangat semua, ini tadi dibuktikan dalam praktik pengibaran,” katanya.

Tri Yudho menyebut tantangan tahun ini salah satunya adalah perubahan posisi tiang bendera yang berada di tengah lapangan.
Karena itu, kemampuan individu setiap anggota akan menjadi salah satu fokus evaluasi untuk meningkatkan performa Paskibraka ke depan.
Sebelum bertugas, para anggota Paskibraka menjalani proses pembinaan dan karantina selama 11 hari.
Tahapan tersebut diawali dengan pra-karantina pada Sabtu sebelum seluruh anggota menjalani karantina hingga hari pelaksanaan upacara.
“Kalau di karantina 11 hari. Sebelumnya ada pra-karantina, kemudian langsung kumpul di sini, karantina 11 hari sampai hari ini,” jelasnya.
Setelah seluruh rangkaian tugas selesai, para anggota Paskibraka Kabupaten Kediri 2026 dijadwalkan dilepas dan dikembalikan kepada orang tua masing-masing pada Selasa pagi.
Selain evaluasi teknis, pembinaan mental juga menjadi perhatian utama.
Tri Yudho mengingatkan calon Paskibraka 2027 agar mempersiapkan fisik sekaligus mental sejak awal.
“Siapkan fisik sama mental. Fisik yang baik belum tentu bisa mengikuti kegiatan dengan baik kalau mentalnya belum terbina,” ujarnya.
Ia menilai ketahanan mental penting karena selama proses pembinaan, para siswa harus mampu beradaptasi dengan latihan, kedisiplinan, serta harus berpisah sementara dengan keluarga.
Sementara itu, Yuli Marwantoko berharap semakin banyak sekolah di Kabupaten Kediri yang mengirimkan perwakilannya dalam seleksi Paskibraka.
Ia menargetkan keterwakilan sekolah, baik negeri maupun swasta, agar pembinaan Paskibraka dapat sekaligus menjadi ruang motivasi bagi pelajar lainnya.




















Tinggalkan Balasan