


MALANG, Tandaglobal.news — Semangat persatuan dan kebhinekaan mewarnai pelaksanaan Kirab Merah Putih ke-3 dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut digelar pada Senin (17/8/2026), dengan rute dari Lapangan Bayem, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, menuju Tugu Perbatasan Malang-Kediri.
Kirab yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB tersebut membawa bendera Merah Putih berukuran panjang sekitar 90 meter dan lebar 6 meter.
Bendera dibentangkan dan dibawa bersama-sama oleh peserta kirab sepanjang perjalanan menuju wilayah perbatasan Kecamatan Kandangan, Kabupaten Kediri.
Ketua Panitia Kirab, Iswanto, mengatakan kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan kirab yang ketiga.
Sebelumnya, kirab pertama mengambil rute Kasembon-Ngantang, sedangkan kirab kedua dan ketiga mengambil rute Bayem menuju Kandangan.
“Kirab ini sudah yang ketiga. Untuk tahun ini rutenya dari Bayem, kemudian melewati Mbajirjo dan Cimplang, menyusuri jalan raya Kasembon hingga sampai di Tugu Perbatasan untuk serah terima dengan Kecamatan Kandangan,” ujar Iswanto.
Menurutnya, pelaksanaan kirab kembali digelar karena tingginya antusiasme dan dorongan masyarakat.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan HUT RI, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Kirab kali ini melibatkan berbagai kelompok masyarakat, organisasi keagamaan, komunitas, pemuda, hingga relawan kesehatan. Di antaranya:
- Pemuda Dusun Besuk Bersatu
- Ponpes Al Qoyim
- KKN Muhammadiyah dan Aisyiyah 2026 se-Indonesia
- Wanita Hindu Dharma Indonesia
- Parisada Hindu Dharma Indonesia
- Prada Kasembon
- Pemuda Kristiani Rajawali Pait dan Wonoagung
- Senam Aerobik Rukem Bayem
- Pecalang Wonoagung
- Mancingan Culture
- Pemuda Kasembon
- Sejumlah tim ambulans
Dukungan kesehatan juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan peserta selama perjalanan.
Tim ambulans yang terlibat antara lain Ambulance Ngantang, PKB, LazisMu, Jokbar Kasembon, hingga UBK Kepanjen. Panitia juga bekerja sama dengan tim kesehatan dan PMI untuk mendukung kelancaran kegiatan.
Iswanto menjelaskan, pengaturan lalu lintas selama kirab dilakukan oleh tim internal penyelenggara.
Hal tersebut dilakukan agar pengaturan di lapangan tetap terkoordinasi dan tidak menimbulkan kebingungan bagi peserta maupun pengguna jalan.
“Pengaturan kami lakukan bersama tim yang sudah disiapkan agar perjalanan kirab tetap tertib dan tidak mengganggu jalannya kegiatan,” katanya.
Rangkaian kirab dimulai dari Lapangan Bayem, kemudian peserta bergerak menuju perempatan Bayem dan melanjutkan perjalanan melewati sejumlah wilayah hingga menyusuri jalan raya Kasembon.
Rombongan kemudian menuju Tugu Perbatasan Malang-Kediri untuk melaksanakan prosesi serah terima dengan kontingen dari Kecamatan Kandangan.
Camat Kasembon, Deny Capariyanto, S.E., M.Si., memberikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Kirab Merah Putih tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini menunjukkan besarnya semangat masyarakat dalam memperingati kemerdekaan sekaligus menjaga persatuan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat, Forkopincam, Polsek, Koramil, sekolah, serta organisasi dan komunitas yang ikut menyukseskan kegiatan ini,” ujar Deny.
Ia juga mengapresiasi Pemerintah Desa Bayem yang telah memfasilitasi tempat sehingga kegiatan dapat berlangsung dengan meriah dan melibatkan banyak elemen masyarakat.
Deny berharap semangat kebersamaan yang ditunjukkan melalui kirab tersebut dapat terus dijaga, khususnya oleh generasi muda.
“Harapan kami generasi muda tetap menjaga kekompakan, persatuan dan kesatuan. Dengan kebersamaan ini, kita bisa bersama-sama membangun wilayah menjadi lebih baik,” katanya.
Menurut Deny, keberagaman yang ada di Kecamatan Kasembon, baik dari sisi agama maupun organisasi kemasyarakatan, merupakan kekuatan yang harus dirawat.
Karena itu, kegiatan bersama seperti Kirab Merah Putih dinilai dapat menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarmasyarakat.
Kirab Merah Putih ke-3 tersebut akhirnya menjadi simbol perjalanan persatuan masyarakat dari wilayah Kasembon menuju perbatasan Kediri.
Selain membawa bendera raksasa, para peserta juga membawa semangat kebhinekaan dan pesan agar nilai perjuangan serta persatuan tetap diwariskan kepada generasi penerus.




















Tinggalkan Balasan