JAKARTA, Tandaglobal.news — Sejumlah warga yang selama bertahun-tahun menjalani aktivitas di sekitar kawasan Istana Kepresidenan mendapat kesempatan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Kepresidenan. Mereka terdiri atas pengemudi ojek pangkalan, penjaga kedai kopi, serta petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.
Undangan tersebut menjadi pengalaman istimewa bagi mereka karena selama ini kawasan Istana hanya menjadi bagian dari lingkungan tempat mereka bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Kesempatan untuk masuk ke kawasan Istana sebagai tamu undangan menghadirkan rasa haru, bangga, dan syukur.
Salah seorang penerima undangan, Zulkifli, telah menjadi pengemudi ojek pangkalan di sekitar Stasiun Juanda selama kurang lebih 25 tahun.
Setiap hari, ia mengantar penumpang menuju berbagai tujuan di kawasan Jakarta Pusat.
Bagi Zulkifli, kesempatan menghadiri peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana menjadi pengalaman yang berbeda dari rutinitasnya.
“Saya bersyukur sekali dapat undangan untuk menghadiri HUT RI yang ke-81 di Istana. Terima kasih buat Bapak Presiden. Kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto, terima kasih atas undangannya yang telah mengundang kami ojek pangkalan hadir di pesta ulang tahun RI ke-81 di Istana Negara,” ujar Zulkifli.
Rasa syukur juga disampaikan Mulyadi yang telah sekitar 28 tahun bekerja sebagai pengemudi ojek pangkalan di kawasan Stasiun Juanda.
Ia mengaku bersyukur mendapat undangan dari Presiden Prabowo Subianto untuk menghadiri upacara kenegaraan di Istana.
Mulyadi berharap Indonesia semakin maju dan berkembang pada usia kemerdekaan yang ke-81.
Sementara itu, Wasuri yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga Kedai Kopi Oke juga mendapat kesempatan serupa.
Selama sekitar tiga tahun, ia bekerja di kedai kopi yang beroperasi selama 24 jam dengan sistem pergantian tiga orang dalam beberapa shift.
Undangan tersebut menjadi pengalaman pertamanya untuk menginjakkan kaki di Istana Kepresidenan.
“Senang, karena baru kali ini. Terus pengen masuk istana, kayak gimana di istana. Terima kasih untuk Pak Prabowo, saya mendapatkan undangan yang pertama kali untuk menginjak Istana Kepresidenan,” tutur Wasuri.
Pengalaman berbeda dirasakan Gatot Santoso dan Ruly Nur Efendi, petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta.
Gatot telah sekitar 15 tahun bertugas di bidang operasi, sedangkan Ruly telah sekitar 20 tahun mengabdi di bidang operasi penyelamatan.
Keduanya selama ini menjalankan tugas pelayanan masyarakat yang menuntut kesiapsiagaan selama 24 jam.
Ruly menilai undangan tersebut sebagai sebuah kehormatan.
Ia berharap kesempatan serupa dapat dirasakan lebih banyak rekan-rekannya dan berharap Indonesia semakin maju, sukses, serta semakin memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.
“Perasaan saya pribadi sangat luar biasa. Sebuah kehormatan bisa diundang ke Istana yang begitu megah. Harapannya semoga di tahun yang ke-81 ini, Indonesia lebih maju, lebih sukses, dan lebih bermasyarakat. Untuk Bapak Presiden, terima kasih atas semua yang diberikan kepada masyarakat. Mudah-mudahan Indonesia makin jaya,” kata Ruly.
Gatot juga menyampaikan kebanggaan atas kesempatan tersebut.
Menurutnya, undangan untuk menghadiri upacara Kemerdekaan RI di Istana menjadi bentuk penghormatan bagi keluarga besar Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta yang selama ini memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Suatu kehormatan dan kebanggaan bagi kami, khususnya Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, karena sudah dipercaya dan diberikan kehormatan untuk dapat mengikuti kegiatan Upacara Kemerdekaan Republik Indonesia, apalagi kegiatan tersebut berlangsung di Istana Presiden,” tutur Gatot.
Bagi para penerima undangan tersebut, kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui pelaksanaan upacara dan perayaan.
Kemerdekaan juga mereka rasakan melalui kesempatan untuk bekerja, melayani masyarakat, mencari nafkah, dan memberikan manfaat bagi sesama.
Pengalaman hadir di Istana menjadi kenangan tersendiri bagi warga yang selama ini menjalani kehidupan di sekitar pusat pemerintahan negara.




















Tinggalkan Balasan