Kini, ia telah duduk di kelas 5 SD.
Saat kunjungan, orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu sempat menanyakan apakah Marvel merasa berat menjalani rutinitas tersebut.
Bocah itu mengaku pernah merasa kesulitan, terutama pada masa awal. Namun, seiring berjalannya waktu, ia mulai terbiasa.
“Awal-awal dia merasa berat, tapi sekarang dia sudah terbiasa,” ujar Hanindhito.
Bagi Dhito, kondisi yang dialami Marvel tidak boleh membuat pendidikan dan masa depannya terhenti.
Karena itu, ia berpesan agar Marvel tetap memegang tiga hal penting dalam kehidupannya, yakni sekolah, merawat ibunya, serta menjalankan ibadah.
“Yang pertama sekolahmu tetap harus lanjut, enggak boleh berhenti. Yang kedua, tetap rawat ibumu. Yang ketiga, salat dan ngajimu jangan putus,” pesan Hanindhito kepada Marvel.
Bupati Kediri juga memastikan kebutuhan Marvel, terutama berkaitan dengan sekolah dan kebutuhan sehari-hari, akan mendapat perhatian.
Ia bahkan meninggalkan nomor pribadinya agar Marvel dapat menghubunginya apabila membutuhkan bantuan.
“Kalau ada apa-apa, setiap waktu boleh menghubungi saya. Pokoknya kebutuhan sekolah, makan dan sebagainya kita yang akan penuhi,” tegasnya.
Sementara itu, ibu Marvel, Umala (41), mengatakan dirinya telah mengalami sakit yang disebutnya sebagai “rapuhan tulang” selama sekitar dua tahun.
Keluhan awalnya berupa kesemutan dan rasa linu hingga membuatnya terjatuh dan tidak mampu bangun.




















Tinggalkan Balasan