Kediri, Tandaglobal.news Sejumlah petani di wilayah Sidorejo, Desa Asmorobangun, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, memilih menunda musim tanam cabai dan mengalihkan lahannya untuk ditanami jagung serta terong.

Keputusan tersebut diambil sebagai langkah untuk mengurangi risiko kerugian akibat kondisi cuaca yang belum stabil.

Menurut para petani, cabai merupakan komoditas yang membutuhkan perawatan intensif dan sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Sebaliknya, jagung dinilai lebih tahan terhadap perubahan cuaca, membutuhkan air lebih sedikit, serta memiliki biaya produksi yang lebih rendah dibandingkan cabai.

Selain menanam jagung, sebagian petani juga menyelipkan tanaman terong di beberapa lahan.

Komoditas tersebut dipilih sebagai sumber pendapatan sementara sambil menunggu waktu yang tepat untuk kembali membudidayakan cabai.

Salah seorang petani mengatakan, keputusan tersebut merupakan strategi agar modal usaha tetap terjaga.

Hasil panen jagung maupun terong diharapkan dapat menjadi tambahan modal saat memasuki musim tanam cabai.

“Cabai kami tunda dulu. Sekarang lebih banyak menanam jagung dan sebagian terong sambil menunggu cuaca lebih mendukung,” ujar salah satu petani di Sidorejo Asmorobangun, Senin (27/7/2026).

Selain faktor cuaca, tingginya biaya produksi cabai juga menjadi pertimbangan petani.

Budidaya cabai membutuhkan pupuk, pestisida, serta perawatan yang lebih intensif sehingga risiko kerugian menjadi lebih besar apabila cuaca tidak mendukung.

“Harapannya cuaca segera membaik agar kami bisa kembali menanam cabai dengan hasil panen yang lebih maksimal,” tambah petani.

Para petani berharap pola tanam sementara tersebut mampu menjaga keberlangsungan usaha tani di tengah ketidakpastian cuaca.

Apabila kondisi iklim mulai membaik dan ketersediaan air mencukupi, mereka berencana kembali menanam cabai secara bertahap.

Hasil panen jagung dan terong diharapkan dapat menjadi penyangga modal sehingga saat musim tanam cabai kembali dimulai, mereka memiliki kesiapan yang lebih baik untuk memperoleh hasil panen yang optimal.