KEDIRI, Tandaglobal.news Kebakaran melanda kawasan hutan Gunung Klotok, Kabupaten Kediri. Kobaran api muncul di kawasan RPH Pojok, BKPH Kediri, KPH Kediri, dan membakar semak belukar serta serasah kering di tengah kondisi medan yang cukup sulit dijangkau.

Kebakaran diketahui sekitar pukul 16.00 WIB oleh petugas yang tengah melakukan patroli rutin.

Titik api berada di petak 131a dan 131b, wilayah administratif Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan.

Begitu mengetahui adanya kebakaran, petugas bersama KRPH Pojok, mandor, serta unsur TNI, Polri, BPBD dan masyarakat langsung bergerak menuju lokasi.

Proses pemadaman dilakukan secara manual menggunakan gepyok, ranting dan sabit, sekaligus membuat ilaran untuk mencegah api merambat lebih luas.

Kalaksa BPBD Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengatakan, api diperkirakan membakar sekitar 1,5 hektare kawasan hutan.

Vegetasi yang terbakar antara lain semak belukar, serasah, ranting dan daun kering, serta sejumlah tanaman seperti akasia, jati dan johar.

“Api sudah bisa dipadamkan sekitar pukul 22.30 WIB, tetapi masih terdapat beberapa titik api yang menyala. Saat ini masih dalam pemantauan karena akses menuju lokasi cukup jauh dan kondisi lereng terjal,” ujar Stefanus.

Upaya pemadaman berlangsung sekitar 120 menit.

Sebanyak 26 personel terlibat dalam penanganan, terdiri dari 12 personel jajaran Perhutani, tujuh personel TNI, satu personel Polri, dua personel BPBD serta empat tokoh masyarakat.

Keterbatasan akses menjadi salah satu tantangan dalam penanganan kebakaran.

Petugas harus mencapai titik api dengan kondisi medan yang jauh dan memiliki kemiringan cukup terjal.

Peralatan yang digunakan juga masih mengandalkan peralatan manual, di antaranya dua gepyok, satu polarion serta perlengkapan pendukung lainnya.

Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam penelusuran.

Petugas menduga api muncul akibat ulah orang yang tidak bertanggung jawab, namun informasi tersebut masih dalam proses pendalaman.

Stefanus Djoko Sukrisno mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di kawasan yang memiliki banyak vegetasi dan material kering.

Masyarakat diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

Puntung rokok juga tidak boleh dibuang sembarangan, terutama di dekat rumput atau semak yang mengering.

Selain itu, warga diminta memastikan bara maupun sisa pembakaran benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi.

Pengawasan bersama terhadap kawasan rawan kebakaran juga perlu ditingkatkan.

“Segera laporkan kepada aparat desa, kepolisian, petugas pemadam atau BPBD apabila melihat adanya titik api,” imbaunya.

Kebakaran di Gunung Klotok menjadi pengingat bahwa memasuki musim kemarau, material vegetasi yang mengering dapat membuat api dengan cepat berkembang.

Kewaspadaan masyarakat menjadi salah satu kunci agar kejadian serupa tidak meluas dan mengancam kawasan hutan maupun lingkungan di sekitarnya.