Dari perspektif kepolisian, komunikasi yang kuat di tingkat masyarakat juga menjadi salah satu modal penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Berbagai persoalan sosial diharapkan dapat lebih cepat diketahui, dibicarakan, dan diselesaikan sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Karena itu, Kapolres Kediri mendorong agar FKMT mampu memanfaatkan kedekatannya dengan masyarakat untuk menghadirkan program-program yang bersifat nyata dan berkelanjutan.

“Mudah-mudahan dari rapat perdana ini lahir program yang benar-benar bermanfaat, baik untuk umat maupun masyarakat Kabupaten Kediri. Yang paling penting, apa yang sudah baik ini bisa terus berlanjut,” tuturnya.

Rapat kerja tersebut menjadi langkah awal bagi pengurus FKMT Kabupaten Kediri periode 2026-2031 dalam menentukan arah organisasi dan menyusun program kerja lima tahun ke depan.

Bagi Polres Kediri, keberadaan FKMT juga membuka ruang kolaborasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya hadir ketika persoalan terjadi, tetapi dibangun sejak dini melalui komunikasi, penanaman nilai positif, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan warga.

Dengan demikian, majelis taklim tidak hanya menjadi tempat berkumpul untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga dapat tumbuh sebagai salah satu simpul kekuatan masyarakat dalam membangun kehidupan sosial yang aman, harmonis, dan saling peduli.