Layanan tersebut diharapkan tidak hanya membantu warga mengetahui kondisi kesehatan, tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara berkala.
Salah seorang warga Desa Tiru Lor, Jumini, turut memanfaatkan layanan kesehatan gratis tersebut.
Ia mengaku memiliki beberapa keluhan, terutama pada bagian lambung, pinggang, serta tubuh yang mudah merasa lelah.
“Biasanya saya berobat ke puskesmas. Kalau periksa juga jarang, kadang sampai beberapa bulan,” kata Jumini.
Menurut Jumini, adanya pemeriksaan gratis tersebut cukup membantu warga karena masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
Ia juga berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar di kemudian hari.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini menjadi salah satu bentuk kepedulian Yayasan Bina Anugerah Sejati terhadap masyarakat sekitar.
Selain membantu warga memperoleh akses pemeriksaan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat lebih memperhatikan kesehatan sejak dini.
Rangkaian milad pertama Yayasan Bina Anugerah Sejati sendiri turut diisi dengan sejumlah kegiatan sosial lainnya, termasuk khitan massal yang diikuti sekitar 27 anak serta berbagai layanan untuk masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, yayasan berharap keberadaan Panti Syifa’ul Qolbi tidak hanya memberikan manfaat dalam bidang sosial, tetapi juga dapat terus berkontribusi dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.




















Tinggalkan Balasan