

Kediri, Tandaglobal.news — Kapolres AKBP Dr. M. Wahyudin Latif, S.H., S.I.K., M.Si. terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen masyarakat sejak mengawali masa kepemimpinannya di Polres Kediri. Setelah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri, kali ini ia bersilaturahmi dengan kalangan ulama melalui kunjungan ke Pondok Pesantren Raudlatul Ulum, Kencong, Kecamatan Kepung, Jumat (31/7/2026).
AKBP Wahyudin Latif didampingi sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kediri dalam kunjungan tersebut.
Rombongan disambut langsung oleh KH. Jauhar Nehru, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatul Ulum.
Pertemuan berlangsung hangat sebagai langkah awal membangun komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara kepolisian dengan tokoh agama guna memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Dalam kesempatan itu, kedua belah pihak berdiskusi mengenai pentingnya membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat, memperluas ruang dialog, serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui pendekatan musyawarah dan kebersamaan.
“Para ulama memiliki kedekatan dengan masyarakat. Karena itu kami ingin komunikasi ini terus terjaga agar setiap persoalan dapat diselesaikan melalui musyawarah, mengedepankan kebersamaan, dan tetap menjaga persatuan,” ujar Wahyudin Latif.
Menurutnya, pondok pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda, menanamkan nilai-nilai kebangsaan, serta memperkuat persatuan di tengah kehidupan masyarakat.
Pondok pesantren juga selama ini dikenal sebagai lembaga pendidikan yang memadukan pembelajaran agama dengan pembentukan akhlak dan kedisiplinan santri.
Kapolres berharap komunikasi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan melalui sinergi antara kepolisian, ulama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen daerah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.
Melalui silaturahmi tersebut, Polres Kediri menegaskan komitmennya membangun keamanan tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga dengan pendekatan yang humanis, preventif, dan kolaboratif.
Komunikasi yang erat dengan para ulama dan tokoh masyarakat dinilai menjadi fondasi penting untuk memperkuat kepercayaan publik, menjaga kerukunan, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di Kabupaten Kediri seiring berkembangnya berbagai dinamika sosial di masyarakat.




















Tinggalkan Balasan