

Kediri, Tandaglobal.news — Tumpukan kayu bekas di area belakang SDN Krecek 3, Dusun Bumirejo, Desa Krecek, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, terbakar pada Kamis (30/7/2026) siang. Beruntung, respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri berhasil mencegah kobaran api merembet ke ruang-ruang kelas sehingga kegiatan belajar mengajar tidak sampai terdampak.
Peristiwa tersebut dilaporkan warga bernama Yeni sekitar pukul 12.00 WIB.
Tim Damkar Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 12.04 WIB dan tiba sekitar 11 menit kemudian.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menjelaskan, kebakaran diduga bermula dari pembakaran sampah di belakang lingkungan sekolah.
Api kemudian merembet ke gudang penyimpanan kayu bekas meja, kursi, dan perabot sekolah yang berada di area parkir sepeda siswa.
“Yang terjadi kebakaran itu di area tempat parkir sepeda anak-anak yang berdekatan dengan ruang kelas. Diduga penyebabnya karena pembakaran sampah di belakang halaman sekolah,” ujarnya.
Untuk memadamkan api, Damkar menerjunkan dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter beserta enam personel.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, api berhasil dipadamkan sesuai prosedur pada pukul 13.40 WIB.
Kaleb mengungkapkan, kecepatan respons petugas menjadi faktor penting yang berhasil mencegah api menjalar ke bangunan sekolah.
“Alhamdulillah, berkat gerak cepat teman-teman Damkar, api tidak sampai merambat ke ruang kelas. Kalau terlambat sedikit saja, kemungkinan besar api bisa mengenai bangunan kelas dan mengganggu proses belajar mengajar,” katanya.
Sebelum petugas tiba, guru, warga sekitar, hingga sejumlah kurir yang kebetulan melintas turut bergotong royong menyiram api menggunakan peralatan seadanya.
Salah seorang guru yang menjadi saksi mata menuturkan, awalnya para guru mengira asap berasal dari pembakaran daun kering atau limbah tebu yang memang kerap dilakukan warga sekitar.
Kepanikan baru terjadi ketika kobaran api mulai membesar menjelang jam pulang sekolah.
“Kami kira awalnya pembakaran sampah biasa. Tahu-tahu api sudah membara. Anak-anak langsung keluar, kami bersama warga berusaha menyiram api sambil menghubungi Damkar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tumpukan kayu yang terbakar merupakan aset sekolah berupa bangku, meja, lemari, dan perabot lama yang masih disimpan karena proses penghapusan aset pemerintah harus melalui mekanisme administrasi.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut.
Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp2 juta hingga Rp5 juta, sementara nilai aset yang berhasil diselamatkan masih dalam proses pendataan.
Kaleb mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama saat musim kemarau yang disertai angin kencang.
“Kami menghimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, baik sampah rumah tangga maupun sisa hasil kebun. Pada musim kemarau seperti sekarang, api sangat mudah merambat dan dapat memicu kebakaran yang lebih besar,” tegasnya.




















Tinggalkan Balasan