Kediri, Tandaglobal.news Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, pedagang bendera dan umbul-umbul musiman mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

Meski demikian, penjualan pada akhir Juli masih belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Salah seorang pedagang, Choirul, warga Desa Krecek, Kecamatan Badas, mengatakan penjualan saat ini masih tergolong sepi.

Menurutnya, pembeli biasanya mulai ramai memasuki akhir Juli hingga awal Agustus ketika masyarakat mulai memasang atribut kemerdekaan di lingkungan rumah maupun perkantoran.

“Sekarang masih awal, biasanya mulai ramai sekitar tanggal 29 atau 30 Juli,” ujar Choirul saat ditemui di kawasan Pare, Senin (27/7/2026).

Ia mengungkapkan, penjualan tahun ini terasa lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Selain persaingan dengan sesama pedagang, kehadiran toko daring juga menjadi tantangan tersendiri karena banyak konsumen membandingkan harga sebelum membeli.

Untuk menjaga harga tetap terjangkau, Choirul melakukan penyesuaian pada ukuran umbul-umbul.

Lebarnya dikurangi dari 50 sentimeter menjadi 40 sentimeter, sementara kualitas bahan tetap dipertahankan seperti tahun sebelumnya.

Harga umbul-umbul yang dijual berkisar antara Rp35.000 hingga Rp40.000 per lembar.

Sementara itu, bendera Merah Putih dibanderol mulai Rp10.000 untuk ukuran kecil hingga Rp40.000 untuk ukuran besar, tergantung ukuran dan jenis kain yang dipilih pembeli.

“Pembeli maunya barang bagus tapi harganya murah. Jadi kami menyiasatinya dengan menyesuaikan ukuran umbul-umbul, bukan menurunkan kualitas kain,” jelasnya.

Choirul menambahkan, dirinya hanya berjualan secara musiman menjelang Hari Kemerdekaan.

Sehari-hari ia bekerja sebagai kuli bangunan, sedangkan bendera dan umbul-umbul diperoleh dari pemasok sebelum dipasarkan di beberapa titik bersama anggota keluarganya.

Ia berharap penjualan akan meningkat hingga pertengahan Agustus seiring semakin dekatnya peringatan HUT RI.