Meski demikian, pihak sekolah meminta semua pihak tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penyebab kejadian tersebut.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas. Belum bisa dipastikan apakah ini benar-benar keracunan makanan karena bisa saja ada faktor lain,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SD Negeri Purwodadi 1, Sutinah, menjelaskan pihak sekolah mulai menerima laporan dari wali murid pada Sabtu malam.

Sebelumnya, pada Kamis tidak ada siswa yang mengeluhkan kondisi kesehatannya di sekolah.

“Jumat ada anak yang tetap masuk sekolah tetapi bercerita kalau sempat muntah di rumah. Kemudian Sabtu malam ada wali murid yang mengabarkan anaknya sudah dua hari muntah-muntah,” jelasnya.

Berdasarkan pendataan sementara, terdapat enam siswa yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan.

Namun, hanya dua siswa yang sempat tidak masuk sekolah, sedangkan siswa lainnya tetap mengikuti kegiatan belajar.

“Keluhannya tidak sama. Ada yang muntah, ada yang diare. Bahkan ada juga siswa yang muntah tetapi ternyata tidak mengonsumsi MBG karena dari rumah memang sudah sakit,” ungkapnya.

Sutinah menambahkan, selama hampir satu tahun sekolahnya menerima program MBG, kejadian seperti ini baru pertama kali terjadi.

Selama ini, distribusi makanan dari dapur penyedia lain berjalan tanpa kendala.

“Selama ini aman-aman saja. Ini baru pertama kali terjadi sehingga kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan resmi,” katanya.