Tandaglobal.news | Kediri — Suasana penuh keceriaan mewarnai kawasan wisata Sumber Ubalan, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 digelar, Kamis (23/7). Sebanyak 150 anak usia taman kanak-kanak hingga kelas awal sekolah dasar mengikuti berbagai kegiatan edukatif yang memadukan pembelajaran dengan permainan.

Berbeda dari peringatan pada umumnya, kegiatan tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga membekali anak-anak dengan pengetahuan mengenai pola hidup bersih dan sehat, cara menghadapi situasi darurat, serta langkah sederhana menyelamatkan diri ketika terjadi kebakaran.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri, Nuwulan Andadari, mengatakan peringatan Hari Anak Nasional tahun ini dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat.

“Hari Anak adalah hari yang harus menghadirkan keceriaan bagi anak-anak. Karena itu kami mengisinya dengan kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga memberikan pengetahuan yang bermanfaat untuk kehidupan mereka,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh edukasi kesehatan dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), pembelajaran mitigasi bencana dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta mengikuti simulasi penanganan kebakaran bersama petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri.

Menurut Nuwulan, pengenalan pengetahuan dasar mengenai keselamatan sejak usia dini diharapkan dapat membentuk kesiapsiagaan anak ketika menghadapi kondisi darurat.

“Kami ingin anak-anak tahu bagaimana harus bersikap ketika menghadapi kondisi tertentu, bagaimana meminta pertolongan dan bagaimana menjaga keselamatan diri mereka,” ungkapnya.

Peserta berasal dari empat kecamatan, yakni Plosoklaten, Ngancar, Wates, dan Pare. Kegiatan tersebut juga diikuti siswa Sekolah Rakyat serta anak-anak dari layanan daycare di Kabupaten Kediri.

Pemilihan Sumber Ubalan sebagai lokasi peringatan Hari Anak Nasional dinilai mampu menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan.

Lingkungan yang asri dan sejuk diharapkan membuat anak-anak lebih leluasa bermain sekaligus menyerap materi yang diberikan.

“Kami ingin anak-anak merasa senang. Sekaligus memberikan contoh bahwa tempat wisata juga bisa menjadi ruang yang ramah anak,” tambah Nuwulan.

Selain mengangkat tema pembelajaran dan keselamatan, kegiatan itu juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam tumbuh kembang anak.

Nuwulan menilai fenomena fatherless masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama sehingga keterlibatan orang tua, khususnya ayah, harus terus diperkuat.

Karena itu, panitia menghadirkan berbagai aktivitas yang melibatkan orang tua dan anak secara bersama-sama sebagai upaya mempererat hubungan emosional di dalam keluarga.