
(Foto: Dok.TGN/Maulana Rahmadha)
Tandaglobal.news | Kediri – Kondisi jalan rusak dan berlubang di Desa Sumberagung tak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan aktivitas warga sehari-hari, terutama petani dan pengguna jalan. Setelah sempat viral di media sosial, warga akhirnya bergerak melakukan perbaikan secara mandiri dengan menguruk dan meratakan material di sejumlah titik kerusakan, Senin (22/6/2026).
Perbaikan dilakukan secara swadaya oleh warga yang memiliki waktu luang tanpa adanya komando khusus maupun pengerahan massa secara formal. Mereka bergotong royong meratakan material urukan (timbunan) agar jalan yang sebelumnya berlubang dapat lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat.
Salah seorang warga, Sokib, mengatakan bahwa kegiatan tersebut murni lahir dari kesadaran masyarakat yang prihatin dengan kondisi jalan yang kerap membahayakan pengguna jalan, terutama saat musim hujan.
“Jalan ini sempat ramai diperbincangkan di media sosial karena kondisinya rusak,” ungkap Sokib.
Ia menambahkan, warga yang memiliki waktu luang kemudian berinisiatif membantu memperbaiki kondisi jalan secara bertahap.
“Akhirnya warga yang ada waktu luang berinisiatif membantu meratakan material urukan (timbunan) agar jalan bisa lebih layak dilalui,” lanjutnya.
Menurutnya, proses pengurukan di bagian barat jalan telah selesai dikerjakan. Saat ini, warga melanjutkan perbaikan secara bertahap ke arah timur, khususnya di ruas jalan yang berada di sekitar area persawahan.
“Pengerjaan dilakukan bertahap. Yang sebelah barat sudah selesai, sekarang dilanjutkan ke arah timur dekat persawahan. Untuk sumber dana material urukan, kami sendiri kurang mengetahui secara pasti,” tambahnya.
Meski langkah gotong royong ini mampu menjadi solusi sementara, warga menilai perbaikan permanen tetap sangat dibutuhkan agar kerusakan tidak terus berulang. Harapan pun tertuju pada pihak terkait untuk segera turun tangan, sehingga akses jalan yang layak dan aman dapat benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Kegiatan gotong royong ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan masyarakat masih terjaga. Meski dilakukan secara sederhana, upaya tersebut menunjukkan kepedulian warga terhadap lingkungan dan fasilitas umum demi kepentingan bersama.
Kondisi jalan rusak di wilayah pedesaan sendiri kerap menjadi kendala utama bagi aktivitas ekonomi masyarakat, terutama bagi petani yang mengandalkan akses jalan untuk distribusi hasil panen. Jalan yang tidak layak tidak hanya memperlambat mobilitas, tetapi juga berpotensi meningkatkan biaya operasional serta risiko kecelakaan di lapangan.
Oleh karena itu, perbaikan secara swadaya seperti yang dilakukan warga Desa Sumberagung menjadi langkah positif dalam jangka pendek. Namun, keberlanjutan infrastruktur tetap membutuhkan dukungan dan perhatian dari pemerintah agar pembangunan yang dilakukan bisa bersifat permanen, terencana, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat luas. (RED)
Jurnalis: Maulana Rahmadha