
(Foto: Dok.TGN/Eka Putri Maryani)
Tandaglobal.news | Kediri, (22/06/2026) — Pemadaman listrik selama sekitar tiga jam, pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, tidak mengganggu usaha ayam potong milik Sri, pedagang di Desa Nambaan.
Dalam kondisi normal, Sri menjual 10 hingga 20 ekor ayam per hari untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sekitar wilayah tersebut.
“Sehari bisa 10 sampai 20 ekor,” ujarnya saat ditemui wartawan tandaglobal.news.
Ia menjelaskan, pemadaman listrik terjadi pada malam hari. Meski demikian, kondisi tersebut tidak memengaruhi kualitas ayam yang disimpannya di dalam freezer.
“Enggak. Kan sudah beku, freezer-nya sudah banyak es batu. Tidak mengganggu,” katanya.
Menurut Sri, freezer yang digunakan memiliki lapisan es cukup tebal sehingga suhu di dalamnya tetap terjaga meskipun aliran listrik terputus sementara waktu.
“Sudah banyak es batu, jadi tidak terganggu,” ungkapnya.
Dengan kondisi tersebut, Sri tidak perlu melakukan langkah khusus selama listrik padam. Ia memilih membiarkan ayam tetap tersimpan di dalam freezer hingga listrik kembali normal.
“Ya sudah dibiarkan di situ. Esnya nanti mencair sendiri kalau lama mati lampunya,” jelasnya.
Meski tidak mengalami kerugian pada usaha, Sri mengaku pemadaman listrik tetap berdampak pada aktivitas sehari-hari, terutama terkait ketersediaan air.
“Kalau lama ya repot, tidak bisa mandi karena tidak ada pompa air,” tuturnya.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa pelaku usaha dengan sistem penyimpanan bersuhu dingin yang memadai relatif lebih aman menghadapi pemadaman listrik dalam durasi singkat. Namun, jika berlangsung lebih lama, dampaknya dapat meluas pada aktivitas usaha maupun kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Jurnalis: Eka Putri Maryani