
(Foto: Dok.TGN/Stefanie Eka Shaputri)
Tandaglobal.news | Kediri – Musim kemarau yang mulai dirasakan di Desa Satak, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, berdampak pada para petani tomat. Salah satunya dirasakan oleh Ani, yang mengaku hasil panennya mengalami penurunan akibat minimnya pasokan air.
Kondisi ini menjadi perhatian karena tanaman tomat dikenal membutuhkan pasokan air yang cukup untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen. Ketika intensitas hujan menurun dalam waktu yang cukup lama, kebutuhan air tanaman tidak dapat terpenuhi secara optimal.
Ani menyampaikan hal tersebut saat diwawancarai oleh redaksi Tandaglobalnews, Selasa, 22 Juni 2026. Menurutnya, kemarau panjang membuat tanaman tomat tidak mendapatkan kebutuhan air yang cukup sehingga memengaruhi produktivitas panen.
“Kalau kemarau panjang, hasil panen jelas berkurang karena kekurangan air,” ujarnya.

Selain berdampak pada hasil panen, kondisi tersebut juga membuat biaya perawatan tanaman meningkat. Tidak adanya hujan memaksa petani untuk membeli air guna memenuhi kebutuhan penyiraman tanaman tomat.
“Biaya perawatan jadi lebih besar karena harus membeli air untuk menyiram tanaman,” kata Ani.
Kenaikan biaya ini menjadi beban tambahan bagi petani, terutama ketika hasil panen tidak maksimal. Situasi tersebut membuat keuntungan yang diperoleh petani menjadi tidak menentu dan cenderung menurun.
Di sisi lain, harga tomat di pasaran saat ini masih mengalami fluktuasi. Menurutnya, harga tomat terkadang berada di tingkat yang baik, namun tidak jarang juga mengalami penurunan sehingga pendapatan petani belum stabil.
Fluktuasi harga yang tidak menentu ini semakin menambah tantangan bagi petani dalam menjaga keseimbangan antara biaya produksi dan hasil penjualan di pasaran.
Menghadapi kondisi tersebut, Ani berharap cuaca ke depan lebih mendukung agar tanaman dapat tumbuh dengan baik dan hasil panen kembali meningkat. Ia juga berharap para petani tomat dapat memperoleh keuntungan yang lebih baik setelah menghadapi berbagai tantangan selama musim kemarau.
Musim kemarau yang berkepanjangan menjadi tantangan tersendiri bagi petani di Desa Satak. Ketersediaan air dan kestabilan harga komoditas menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan panen dan kesejahteraan petani tomat di wilayah tersebut.