Omzet Pedagang di Sumber Ubalan Belum Stabil, Kartiningsih: Ramai Saat Libur dan Tahun Baru

Omzet pedagang di Sumber Ubalan Kediri masih bergantung pada jumlah wisatawan. Keramaian biasanya terjadi saat akhir pekan dan hari libur nasional.
(Foto: TGN/Intan Nur Aini)

Tandaglobal.news | KEDIRI – Aktivitas perdagangan di kawasan wisata Sumber Ubalan yang berada di Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, masih bergantung pada jumlah kunjungan wisatawan. Hingga saat ini, para pedagang mengaku keramaian pengunjung belum merata setiap hari, sehingga omzet penjualan mereka juga belum stabil.

Wisata Sumber Ubalan masih menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat untuk menghabiskan waktu liburan. Suasana alam yang sejuk dipadukan dengan wisata air menjadi daya tarik utama yang mampu menarik pengunjung, terutama saat akhir pekan dan hari libur nasional.

Salah satu pedagang di kawasan wisata tersebut, Kartiningsih, mengaku telah berjualan di Sumber Ubalan sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, ia menyebut dirinya sudah berdagang sejak sebelum memiliki cucu.

“Suwi, ket aku durung duwe turun kok,” ujar Kartiningsih, yang berarti dirinya sudah berjualan sejak sangat lama.

Menurut Kartiningsih, peningkatan jumlah pengunjung biasanya hanya terjadi pada momen tertentu, seperti hari libur nasional, tanggal merah, maupun akhir pekan. Sementara itu, pada hari-hari biasa kondisi kawasan wisata cenderung lebih sepi.

“Kalau hari-hari biasa pas bukan tanggal merah atau liburan, ya tidak terlalu ramai. Biasanya ramai saat Sabtu-Minggu,” katanya.

Karena kondisi tersebut, ia memilih tidak membuka lapak setiap hari. Kartiningsih hanya berjualan pada Sabtu dan Minggu karena dinilai lebih efektif dibandingkan tetap berjualan saat jumlah pengunjung sedang sedikit.

“Kalau hari biasa saya tidak jualan. Saya biasanya jualan Sabtu-Minggu,” tambahnya.

Kartiningsih juga menilai suasana di area tempatnya berjualan sudah tidak seramai dulu. Menurutnya, perubahan lokasi parkir dan akses masuk membuat arus pengunjung kini lebih banyak terkonsentrasi di sekitar loket masuk dan area sungai.

“Dulu parkirnya di sini, jadi ramai di area sini. Sekarang ramai di dekat loket dan area sungai,” jelasnya.

Meski demikian, lonjakan pengunjung masih terjadi pada momen-momen tertentu. Salah satunya saat perayaan Tahun Baru yang disebut menjadi periode dengan jumlah wisatawan paling tinggi sepanjang tahun.

“Tahun baru kemarin ramai sekali, pengunjungnya membludak,” ungkapnya.

Selain menjadi tujuan wisata keluarga, kawasan Sumber Ubalan juga sering dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan, mulai dari outbound, kegiatan pramuka, hingga acara yang menggunakan fasilitas panggung dan aula. Saat ini terdapat sekitar 12 kios resmi yang aktif beroperasi di dalam kawasan wisata, di luar pedagang kaki lima yang juga berjualan di sekitar lokasi.

Baca Juga  Desa Kepung Lestarikan Sejarah Leluhur, Kembangkan UMKM dan Wisata Berbasis Potensi Lokal

Para pedagang berharap jumlah kunjungan wisatawan terus meningkat sehingga aktivitas ekonomi di kawasan wisata Sumber Ubalan dapat kembali tumbuh dan memberikan dampak positif bagi para pelaku usaha kecil di sekitarnya.


Jurnalis: Intan Nur Aini

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *