Pasca-Iduladha, Harga Kebutuhan Pokok Berfluktuasi, Aktivitas Pasar Di Kediri Masih Lesu

Harga bahan pokok di pasar tradisional Kediri masih fluktuatif pasca Iduladha. Pedagang mengeluhkan sepinya pembeli dan lemahnya daya beli masyarakat.
(Dok. Tandaglobal.news/Fitri Rahayu)

TandaGlobalNews | Kediri — Kondisi perdagangan di pasar tradisional pasca-Hari Raya Iduladha masih menghadapi berbagai tantangan. Selain harga sejumlah kebutuhan pokok yang belum stabil, aktivitas jual beli juga terpantau belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan dan keterangan para pedagang, harga beberapa komoditas utama masih mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Situasi tersebut membuat pedagang maupun konsumen harus beradaptasi dengan kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih.

Salah satu pedagang kebutuhan dapur, Napsiah, mengungkapkan bahwa harga sejumlah bahan pokok seperti bawang merah dan bawang putih masih sering mengalami kenaikan dan penurunan.

“Harga masih naik turun, belum menentu. Bawang merah dan bawang putih juga begitu,” ujarnya saat ditemui di lapaknya.

Menurutnya, kondisi tersebut lazim terjadi setelah momen hari raya, ketika pasokan dan permintaan pasar masih dalam proses penyesuaian. Namun, ketidakstabilan harga tetap menjadi tantangan bagi para pedagang dalam menjalankan usaha sehari-hari.

Tidak hanya persoalan harga, para pedagang juga mengeluhkan minimnya jumlah pembeli yang datang ke pasar. Napsiah menggambarkan kondisi pasar saat ini masih sepi dan daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

“Sekarang masih lemah, pembeli juga sepi,” katanya.

Ia menambahkan, jika dibandingkan dengan beberapa tahun terakhir, kondisi pasar tidak menunjukkan perubahan yang berarti. Aktivitas perdagangan dinilai cenderung stagnan tanpa adanya peningkatan yang signifikan.

“Kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, rasanya masih sama saja. Belum ada peningkatan yang terasa,” tambahnya.

Napsiah sendiri telah lama berjualan berbagai kebutuhan dapur seperti bawang merah, bawang putih, serta aneka rempah-rempah dan empon-empon. Namun untuk saat ini, ia memilih tidak menjual cabai karena berbagai pertimbangan usaha.

“Yang saya jual bawang dan empon-empon. Kalau cabai saat ini tidak ada,” jelasnya.

Para pedagang berharap kondisi pasar dapat kembali bergairah melalui stabilitas harga pangan dan meningkatnya daya beli masyarakat. Dengan demikian, roda perekonomian di pasar tradisional dapat kembali bergerak lebih baik dan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas perdagangan sehari-hari.


Penulis: Intan Nur Aini
Editor: Aditya Efendi

administrator

    Related Articles

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *