



Tandaglobal.news | Kediri — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Kota Kediri Tahun Ajaran 2026/2027 resmi dimulai pada Selasa (14 Juli 2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 31 Juli 2026 tersebut dirancang untuk membantu peserta didik mengenal lingkungan sekolah sekaligus kehidupan di asrama.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Nur Zam’ah, mengatakan MPLS menjadi tahap awal bagi siswa untuk beradaptasi sebelum mengikuti proses pembelajaran secara penuh.
Menurutnya, selama masa pengenalan tersebut para siswa dikenalkan pada kebiasaan, tata tertib, budaya sekolah, hingga kehidupan di asrama.
“Harapannya anak-anak dapat beradaptasi dengan baik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran,” katanya, Kamis (16 Juli 2026).
Nur Zam’ah menjelaskan, pelaksanaan MPLS mendapat pendampingan dari tim Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 Mojokerto. Pendampingan tersebut mencakup penyediaan tenaga pendidik maupun materi kegiatan.
Pada hari pertama, seluruh peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri yang dilaksanakan oleh Puskesmas Campurejo.
Selanjutnya, pada hari kedua dan ketiga, peserta menjalani analisis diagnostik akademik secara klasikal. Kegiatan ini bertujuan memetakan kemampuan awal siswa sebagai dasar bagi guru dalam menyusun strategi pembelajaran.
“Pada hari kedua dan ketiga, seluruh peserta akan menjalani analisis diagnostik akademik secara klasikal untuk memetakan kemampuan awal siswa sebagai dasar penyusunan strategi pembelajaran oleh guru,” tuturnya.
Selain pengenalan diri dan lingkungan sekolah, materi MPLS juga mencakup kehidupan berasrama serta penguatan karakter.
Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat Kota Kediri turut melibatkan berbagai instansi sebagai narasumber, di antaranya TNI, Polres Kediri Kota, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan.
Nur Zam’ah menilai antusiasme peserta didik sudah terlihat sejak hari pertama pelaksanaan. Bahkan, siswa jenjang sekolah dasar menunjukkan kedisiplinan yang baik selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Anak-anak sangat semangat. Semoga mereka selalu sehat dan gembira, mampu memahami serta menjalankan aturan sekolah maupun asrama dengan baik. Kami berharap karakter positif mereka mulai terbentuk sejak masa MPLS hingga nanti dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, mengatakan pihaknya terus melakukan pendampingan dan pemantauan agar operasional Sekolah Rakyat, termasuk pelaksanaan MPLS, berjalan dengan lancar.
Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, pelaksanaan MPLS sejauh ini berlangsung dengan baik. Beberapa kebutuhan siswa, seperti perlengkapan dan seragam, masih dalam proses distribusi secara bertahap.
“Pemerintah terus memfasilitasi berbagai kebutuhan agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal,” terangnya.
Imam juga mengimbau seluruh peserta didik agar mengikuti setiap rangkaian MPLS dengan sungguh-sungguh sebagai bekal memasuki proses belajar di Sekolah Rakyat.
“Perhatikan setiap arahan dari guru maupun pengasuh, kemudian laksanakan dengan baik agar nanti saat proses belajar mengajar dimulai, anak-anak dapat mengikuti seluruh kegiatan secara optimal,” ungkapnya.




















Tinggalkan Balasan