
(foto: Suyono/tandaglobal.news)
TandaGlobal.news | BANJAR — Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila ke-81 yang jatuh pada tanggal 1 Juni 2026 disikapi secara progresif dan nyata oleh jajaran Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Banjar. Menindaklanjuti Surat Edaran dari Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jawa Barat, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Banjar, Andi Maulana, langsung mengonsolidasikan kadernya untuk bergerak ke lapangan melalui aksi ekologis dan ekonomis berupa penanaman pohon kopi di wilayah Pangasinan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan modern—tidak sekadar seremonial, melainkan diwujudkan melalui kontribusi nyata terhadap kelestarian lingkungan dan penguatan ketahanan ekonomi masyarakat lokal.
Sinergi Struktural dan Mobilisasi Kader
Kegiatan yang berlangsung khidmat namun penuh semangat gotong royong ini menjadi bukti solidnya roda organisasi Pemuda Pancasila di Kota Banjar. Pergerakan ini berhasil menyatukan berbagai lini struktural dan badan otonom organisasi, di antaranya:
- Pimpinan Anak Cabang (PAC) & Pengurus Ranting (PRt): Jajaran pengurus di tingkat kecamatan hingga desa/kelurahan merespon cepat instruksi dengan mengirimkan basis anggotanya untuk terjun langsung memegang cangkul dan menanam bibit.
- Komando Inti (KOTI) Mahatidana: Skuadron elit Pemuda Pancasila ini turun dengan kekuatan penuh untuk memastikan mobilisasi massa berjalan tertib sekaligus ikut dalam barisan penanaman.
- DPC Srikandi Pemuda Pancasila: Keterlibatan aktif kader perempuan memberikan warna tersendiri, membuktikan bahwa gerakan pelestarian lingkungan ini bersifat inklusif dan didukung oleh seluruh elemen organisasi.



Catatan Lapangan: Integrasi horizontal tidak hanya terjadi di internal organisasi. Unsur masyarakat sipil dan warga setempat tampak berbaur menjadi satu tanpa sekat, bahu-bahu membahu bersama para kader loreng hitam-oranye.
Visi Strategis: Ekologi Berbasis Nilai Ekonomis
Pemilihan pohon kopi sebagai komoditas utama dalam aksi penghijauan di wilayah Pangasinan ini didasari oleh pertimbangan matang yang visioner. Ketua MPC Pemuda Pancasila Kota Banjar, Andi Maulana, menegaskan bahwa orientasi dari kegiatan ini memiliki dampak jangka panjang (sustainable impact).
| Aspek Gerakan | Target dan Sasaran Jangka Panjang |
| Ekologis (Penghijauan) | Memperbaiki kualitas tangkapan air tanah, mencegah erosi di lahan kritis, serta menjaga keseimbangan ekosistem hijau di wilayah Kota Banjar. |
| Ekonomis (Kesejahteraan) | Pohon kopi yang ditanam diproyeksikan dapat dipanen dalam beberapa tahun ke depan, memberikan nilai tambah ekonomi (economic value) bagi masyarakat pengelola lahan. |
| Sosial (Pancasila Mapan) | Mengubah stigma organisasi kepemudaan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan yang berbasis pada sila ke-5: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. |
Melalui pendekatan ini, lahan-lahan yang awalnya kurang produktif di Pangasinan didorong untuk bertransformasi menjadi kawasan agroforestri yang menghasilkan. Hasil panen kopi di masa depan diharapkan mampu menciptakan hilirisasi produk lokal yang dapat diserap oleh pasar kedai kopi yang tengah berkembang pesat.


Jiwa Gotong Royong dan Output Kegiatan
Hingga akhir kegiatan, suasana kebersamaan dan kekeluargaan yang kental menyelimuti seluruh area penanaman. Tidak ada jarak antara pengurus teras organisasi, anggota komando, hingga warga biasa. Seluruh proses penanaman bibit kopi berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif.
Melalui aksi nyata di Hari Lahir Pancasila ke-81 ini, MPC Pemuda Pancasila Kota Banjar berhasil mengirimkan pesan kuat kepada publik: bahwa mengamalkan Pancasila di era modern adalah tentang bagaimana menjaga bumi yang kita pijak dan memastikan perut rakyat tetap terisi melalui kemandirian ekonomi.
Reporter: Suyono
Penulis: Antonius Suryadi
Editor: Aditya Efendi