Menggali Kebutuhan Modal Pengemudi Ojol di Kediri: Peluang Pemanfaatan KUR untuk Kesejahteraan Keluarga

Ari, pengemudi ojek online asal Pare, Kabupaten Kediri, menyampaikan harapannya agar akses KUR dapat dimanfaatkan sebagai modal usaha untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. (Dok. Stefani Eka Saputri / Tandaglobalnews )

Tandaglobalnews KEDIRI — Kendala keuangan dan keterbatasan dana masih menjadi persoalan utama yang dihadapi oleh para pengemudi ojek online (ojol) dalam meningkatkan taraf hidup mereka. Hal ini terungkap dalam sebuah wawancara bersama seorang pengemudi ojol bernama Ari di Pare, Kabupaten Kediri, yang membagikan pandangannya mengenai pentingnya akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Saat ditanya mengenai kendala yang paling sering dihadapi selama menjadi pengemudi ojol, Ari secara terbuka menyebutkan faktor finansial sebagai hambatan utama.

“Kendala keuangan. Dana,” ujar Ari.

Keterbatasan dana ini memicu keinginan para pengemudi ojol untuk mencari alternatif penghasilan lain. Ari menjelaskan bahwa jika dirinya mendapatkan pinjaman KUR, dana tersebut tidak akan digunakan untuk keperluan konsumtif, melainkan untuk membuka usaha sampingan baru demi menopang ekonominya.

“Untuk usaha. Modal usaha. Oh nggih modal usaha,” ungkapnya. Ia juga menambahkan secara spesifik rencana bisnisnya, “Oh iya, sangat memiliki rencana. Buka toko gitu contohnya.”

Bagi Ari, kehadiran program kredit seperti KUR dinilai memiliki potensi besar dalam mengubah nasib para pekerja sektor informal seperti ojol. Ia meyakini akses modal yang mudah dan terjangkau dapat menjadi stimulan nyata bagi perekonomian keluarga.

“Sangat membantu meningkatkan ekonomi keluarga,” tegas Ari saat ditanya mengenai dampak akses KUR terhadap kesejahteraan.

Di akhir wawancara, Ari menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar program-program pemberdayaan dan bantuan modal ini bisa menyasar para pengemudi ojol secara lebih luas dan merata, baik untuk roda dua maupun roda empat.

“Pesannya agar pengemudi ojol roda dua terutama dan roda empat agar diperhatikan lagi dari pemerintah,” pungkasnya.

Jika berita ini akan dimuat di media, saya juga bisa menyesuaikannya dengan gaya bahasa jurnalistik yang lebih formal tanpa mengubah isi kutipan narasumber.

Baca Juga  Sepeda Kampus Inggris: Bertahan di Tengah Badai Penurunan Omzet dan Harapan terhadap UMKM

Jurnalis : Stefani Eka Saputri

administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *