
Provinsi Kalimantan Selatan. Sumber: kemenag.go.id
Tandaglobalnews | Banjarbaru – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa ketahanan spiritual dan pemikiran keagamaan menjadi fondasi penting dalam menjaga soliditas bangsa di tengah berbagai tantangan global.
Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Muchlis M. Hanafi, dalam Dialog Kebangsaan pada Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan, Senin 15 Juni 2026.
Menurut Muchlis, perkembangan dunia saat ini menghadirkan berbagai tantangan seperti konflik geopolitik, krisis ekonomi, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI). Kondisi tersebut membuat bangsa tidak hanya membutuhkan ketahanan ekonomi dan pangan, tetapi juga ketahanan spiritual.
“Bangsa ini juga membutuhkan ketahanan pemikiran keagamaan dan ketahanan spiritual. Krisis cara berpikir dan krisis makna hidup sering kali menjadi pemicu munculnya berbagai persoalan sosial,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ketahanan pemikiran keagamaan dapat menjaga masyarakat agar tetap berpikir secara seimbang, kritis, serta tidak mudah terpengaruh paham ekstrem. Sementara ketahanan spiritual membantu masyarakat tetap memiliki harapan, nilai, dan persaudaraan di tengah perubahan zaman.
Muchlis menambahkan bahwa pemahaman agama yang benar akan melahirkan ketahanan spiritual, kemudian berkembang menjadi ketahanan sosial yang menjadi dasar bagi persatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi masyarakat Kalimantan Selatan yang dinilai mampu menjaga harmoni antara nilai agama dan budaya lokal sebagai kekuatan sosial.
Kemenag berharap peran ulama, pesantren, majelis taklim, dan organisasi keagamaan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang rukun, toleran, dan tangguh menghadapi tantangan era ketidakpastian.