
Tandaglobal.news | KEDIRI — Mutasi dan perpindahan jabatan merupakan hal yang lumrah bagi setiap anggota Polri. Namun, setiap penugasan baru selalu menghadirkan pengalaman dan tantangan yang berbeda. Hal itu dirasakan Kompol Bowo Wicaksono setelah dipercaya menjabat sebagai Kapolsek Kediri Kota sejak Desember 2025.
Sebelumnya bertugas di lingkungan Polres Kediri, Kompol Bowo mengaku harus beradaptasi dengan karakteristik wilayah hukum perkotaan yang memiliki dinamika masyarakat lebih kompleks dibandingkan wilayah kabupaten.
“Di Kediri Kota baru per Desember, jadi sekitar tujuh bulan saya bertugas di sini,” jelasnya, Senin (6/7/2026).
Menurutnya, meski tugas dan kewajiban sebagai anggota Polri pada dasarnya sama, kondisi masyarakat di Kota Kediri memiliki karakteristik yang berbeda sehingga membutuhkan penyesuaian dalam menjalankan tugas.
Salah satu tantangan yang paling dirasakan adalah kondisi lalu lintas di wilayah Kota Kediri. Tingginya aktivitas masyarakat dan kepadatan kendaraan menjadikan kemacetan sebagai persoalan yang dihadapi setiap hari.
Perwira menengah tersebut menilai masyarakat perkotaan memiliki karakter yang lebih heterogen dengan mobilitas yang tinggi. Kondisi tersebut menuntut pendekatan yang lebih adaptif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Bagi saya soal tantangan lalu lintas adalah kemacetan di area Kota Kediri merupakan hal lumrah yang harus diatasi setiap hari. Terutama karena adanya tarikan lalu lintas yang tinggi di pusat kota, berbeda dengan situasi saat saya bertugas di wilayah kabupaten,” ucapnya.
Meski dihadapkan pada dinamika wilayah perkotaan yang padat, Kompol Bowo menegaskan bahwa esensi tugas kepolisian tetap sama, yakni memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya melihat dinas ke Polsek Kota Kediri bukan sebagai beban, melainkan kesempatan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih taktis dan humanis, sesuai dengan prinsip kepolisian yang dijalankan,” ungkapnya.
Jurnalis: Maya Rahmawati