
TandaGlobal.news | KEDIRI — Kehadiran Jasmin, Duta Budaya Timur Inspirasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) 2025–2026, menjadi salah satu perhatian dalam gelaran tradisi Kebur Ubalan 2026 yang berlangsung di kawasan sumber mata air Ubalan, Desa Jarak, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Sabtu (4/7/2026).
Mahasiswi asal Kediri yang saat ini menempuh pendidikan di Yogyakarta tersebut turut berpartisipasi dalam tradisi tahunan yang mengusung tema “Nguri-Nguri Budaya Leluhur”. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan generasi muda terhadap upaya pelestarian budaya lokal.
Dalam wawancara di lokasi acara, Jasmin mengungkapkan bahwa ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti tradisi Kebur Ubalan, meskipun ia telah mengetahui keberadaan tradisi tersebut sejak tahun 2023.
Sebagai Duta Budaya Timur Inspirasi DIY 2025–2026, Jasmin merasa memiliki tanggung jawab moral untuk turut mempromosikan sekaligus melestarikan kebudayaan, khususnya budaya Jawa. Menurutnya, tradisi Kebur Ubalan memiliki nilai budaya yang sangat kuat sehingga menjadi alasan utama dirinya hadir dan berpartisipasi secara langsung.
Untuk menghadiri kegiatan tersebut, Jasmin berangkat dari Yogyakarta menggunakan kereta api pada pukul 07.00 WIB dan tiba di Kediri sekitar pukul 10.00 WIB sebelum melanjutkan perjalanan menuju lokasi acara.
Meski sempat merasa berdebar, Jasmin mengaku sangat terkesan dengan suasana di kawasan sumber mata air Ubalan. Ia menyoroti keunikan panitia yang mengenakan pakaian lurik tradisional sekaligus mengapresiasi antusiasme masyarakat dalam mendukung pelaksanaan tradisi tersebut.
“Pertama itu saya excited banget Kak, kaget karena panitianya itu pakai lurik-lurik. Dan saya tanya ke beberapa orang itu tidak keberatan atas hal itu. Jadi kayak support system-nya itu banyak banget, enggak dari pihak acara tapi dari masyarakatnya sendiri juga tersuport baiklah,” ujar Jasmin dengan antusias.
Selain itu, ia juga memuji kemeriahan masyarakat yang memadati lokasi acara. Menurutnya, suasana Kebur Ubalan terasa sejuk, nyaman, dan penuh kehangatan sehingga memberikan pengalaman yang berkesan.

Di akhir wawancara, Jasmin berharap tradisi Kebur Ubalan dapat terus dipromosikan secara lebih luas. Menurutnya, promosi yang berkelanjutan sangat penting agar semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, mengenal dan peduli terhadap keberadaan tradisi budaya daerah.
“Harapan saya sebenarnya enggak banyak sih, banyak-banyak promosi biar banyak orang tahu juga Kak. Karena hal kayak gini itu perlu banget untuk dilestarikan pertama, kedua perlu banget disebarluaskan Kak. Karena banyak banget sekarang anak muda itu yang sudah enggak pernah tahu lah sama hal-hal kayak gini,” pungkasnya.
Kehadiran Jasmin dalam tradisi Kebur Ubalan 2026 menjadi salah satu wujud nyata dukungan generasi muda terhadap pelestarian budaya lokal. Ia berharap tradisi tersebut terus lestari, semakin dikenal masyarakat luas, serta mampu menginspirasi lebih banyak anak muda untuk turut menjaga dan memperkenalkan warisan budaya leluhur.
Jurnalis: Maya Rahmawati