Balita 3 Tahun Ditemukan Terikat Lakban di Pleret

Ilustrasi balita 3 tahun yang ditemukan terlilit lakban di sebuah kontrakan di Pleret, Bantul, sebelum berhasil diselamatkan warga. (AI/Chat GPT)

TandaGlobalNews BANTUL – Warga Kedaton, Pleret, Bantul, digegerkan dengan penemuan seorang balita perempuan berusia 3 tahun yang ditemukan sendirian di dalam kamar kontrakan dengan kondisi kedua tangan, kedua kaki, dan mulutnya terlilit lakban bening.

Peristiwa yang terjadi pada Senin (1/6/2026) itu awalnya tidak diketahui oleh penghuni kontrakan maupun warga sekitar. Pada sore hari, beberapa penghuni melihat ibu balita tersebut berinisial TKS (25) pergi mengendarai sepeda motor tanpa membawa anaknya.

Karena TKS diketahui tinggal berdua dengan anaknya, sementara sang suami bekerja di Jakarta dan jarang pulang, kondisi tersebut sempat tidak menimbulkan kecurigaan.

Namun menjelang waktu maghrib, penghuni kontrakan mulai mendengar suara tangisan anak dari dalam kamar kontrakan. Tangisan itu terdengar pelan dan terus berulang hingga malam hari.

Merasa ada sesuatu yang tidak beres, para penghuni kontrakan kemudian menghubungi Mamat, anak pemilik kontrakan, untuk memeriksa kondisi di lokasi.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Mamat datang dan mencoba mengetuk pintu kontrakan, namun tidak ada respons dari dalam. Kecurigaan semakin kuat karena suara tangisan anak masih terdengar.

Karena khawatir terjadi sesuatu, Mamat bersama warga berinisiatif membuka akses melalui jendela kontrakan. Dengan bantuan linggis, jendela berhasil dibuka dan seorang tetangga yang bertubuh lebih kecil diminta masuk ke dalam kamar melalui celah tersebut.

Warga pun terkejut saat menemukan balita itu berada di pojok kamar hanya mengenakan baju dan pampers. Kedua tangan, kedua kaki, serta mulutnya terlilit lakban bening.

Balita tersebut segera dievakuasi keluar dari kamar dan seluruh lakban yang melilit tubuhnya dilepaskan. Setelah kondisi anak dipastikan aman, warga melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT dan pihak kepolisian.

Hasil penyelidikan polisi kemudian mengungkap fakta mengejutkan. Setelah dimintai keterangan, TKS mengakui bahwa dirinya sendiri yang melakban tangan, kaki, dan mulut anaknya sebelum meninggalkan kontrakan.

Menurut keterangan yang disampaikan polisi, TKS mengaku melakukan tindakan tersebut karena merasa sangat lelah harus mengurus anak seorang diri setiap hari, sementara suaminya bekerja di luar kota.

Kasus tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk mendalami kondisi korban dan motif yang melatarbelakangi tindakan ibu kandungnya tersebut.

Sumber: x @Netizen_bawel

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *