Saat Polisi Lain Mengatur Arus, Aiptu Agung Broto Memilih Menolong Pengendara hingga Rela Rogoh Kocek

Aiptu Agung Broto saat memberikan bantuan kepada pengendara yang mengalami kendala di jalan di wilayah Kota Kediri.(Dok. Fitri Rahayu / Tandaglobalnews)

Tandaglobalnews KEDIRI — Di balik seragam yang dikenakannya, Aiptu Agung Broto, anggota Satlantas Polres Kediri Kota, dikenal sebagai sosok yang tak segan menyisihkan rezeki pribadinya demi membantu pengendara yang mengalami kesulitan di jalan. Bertugas di Pos Semampir, ia kerap memberikan pertolongan, mulai dari membantu kendaraan mogok hingga mencarikan bantuan teknis bagi warga yang membutuhkan.

Bagi Pak Agung—sapaan akrabnya—membantu pengendara bukan sekadar bagian dari tugas sebagai anggota kepolisian yang mengatur lalu lintas atau berpatroli. Baginya, membantu sesama merupakan panggilan hati yang lahir dari rasa empati.

Saat ditemui di Pos Polisi Semampir, Kamis (2/7/2026), Aiptu Agung menceritakan bahwa motivasi terbesarnya berawal dari membayangkan apabila orang yang mengalami kesulitan di jalan adalah anggota keluarganya sendiri.

“Motivasi saya itu dari diri kita dulu. Kita bayangkan kalau itu terjadi pada keluarga kita, teman, atau tetangga kita sendiri. Apabila semua itu terjadi, apa rasanya kalau didiamkan di jalan? Rasanya gimana?” ujar Aiptu Agung Broto.

Ia mengaku sering merasa prihatin ketika melihat masih ada pengendara yang memilih melintas begitu saja tanpa memberikan bantuan kepada orang lain yang sedang mengalami kesulitan di tepi jalan. Dari situlah muncul tekad untuk selalu hadir membantu siapa pun yang membutuhkan pertolongan.

Kepedulian Aiptu Agung tidak berhenti pada bantuan sederhana. Dalam sehari, ia mengaku dapat membantu tiga hingga lima pengendara yang mengalami kendala di jalan. Permasalahan yang ditanganinya pun beragam, mulai dari kehabisan bahan bakar, ban bocor, hingga kerusakan mesin pada kendaraan roda dua maupun roda empat.

Apabila kerusakan kendaraan sudah berada di luar kemampuan teknisnya, Agung tidak lantas meninggalkan pengendara tersebut. Ia rela menyisihkan sebagian rezekinya untuk memanggil bantuan profesional agar pengendara dapat kembali melanjutkan perjalanan. Di telepon genggamnya, ia juga menyimpan sejumlah nomor penyedia jasa, seperti montir bengkel, tukang tambal ban, hingga ahli kunci kendaraan yang sewaktu-waktu dapat dihubungi apabila dibutuhkan.

“Kalau selama bisa saya tangani, ya saya tangani. Kalau tidak bisa, otomatis saya bekerja sama dengan orang lain. Saya simpan nomor-nomor mereka supaya bisa bermanfaat untuk orang lain,” jelasnya.

Di antara banyak pengalaman yang dialaminya, salah satu yang paling membekas terjadi pada tengah malam. Saat itu, ia menjumpai sebuah keluarga yang terpaksa menuntun sepeda motor karena mengalami ban bocor sepulang bekerja. Setelah berbincang, Agung mengetahui keluarga tersebut tidak membawa uang karena belum menerima gaji. Berkat bantuan yang diberikannya, keluarga itu akhirnya dapat memperbaiki kendaraannya dan melanjutkan perjalanan hingga tiba di rumah dengan selamat.

Baca Juga  Infografis: Inflasi Kota Kediri Juni 2026 Lebih Rendah Dibanding Jawa Timur dan Nasional

Bagi Agung, balasan terbesar dari setiap pertolongan yang diberikannya bukanlah materi, melainkan doa dan rasa syukur dari masyarakat yang berhasil ia bantu.

“Bagi saya, hal terbesar dari aksi sosial ini adalah doa, ucapan terima kasih, serta kesempatan untuk memperbanyak teman dan mempererat tali persaudaraan di sepanjang jalan Kota Kediri,” ungkap Aiptu Agung Broto.

Dedikasi Aiptu Agung Broto menjadi bukti bahwa tugas seorang anggota kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Melalui kepedulian dan tindakan sederhana, ia juga menghadirkan rasa aman, harapan, serta semangat gotong royong bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan di tengah perjalanan.


Jurnalis: Fitri Rahayu

administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *