
Tandaglobalnews KEDIRI — Selain dikenal sebagai sosok yang kerap membantu pengendara yang mengalami kendala di jalan, Aiptu Agung Broto, anggota Satlantas Polres Kediri Kota, ternyata juga memiliki rekam jejak luar biasa dalam menyelamatkan nyawa manusia. Di sela-sela tugas patrolinya di wilayah Kediri, Agung tercatat telah berhasil menggagalkan lima kasus percobaan bunuh diri di sejumlah jembatan.
Aksi penyelamatan tersebut menuntut ketenangan luar biasa karena dirinya harus berhadapan langsung dengan orang-orang yang berada di titik terendah dalam hidupnya.
Berdasarkan pengalamannya di lapangan, Aiptu Agung menjelaskan bahwa orang-orang yang berusaha mengakhiri hidup umumnya sedang mengalami tekanan mental yang berat sehingga sulit berpikir jernih. Permasalahan yang melatarbelakangi tindakan tersebut pun beragam, mulai dari faktor ekonomi, tekanan keluarga, hingga persoalan asmara, seperti yang pernah dialami seorang mahasiswi.
“Orang seperti itu pikirannya kosong karena banyak masalah, entah ekonomi atau keluarga. Seolah-olah ada yang memanggil-manggil. Langkah awal, kita tenangkan dulu, kita amankan, lalu diajak mengobrol,” jelas Aiptu Agung Broto kepada jurnalis Tandaglobalnews.
Melalui dialog yang humanis dan penuh empati, Agung berusaha mengembalikan semangat korban dengan memberikan sudut pandang baru agar mereka mengurungkan niat mengakhiri hidup.
Dari lima kasus yang berhasil ditangani, salah satu pengalaman yang paling membekas baginya adalah saat menangani seorang warga yang sama yang beberapa kali mencoba mengakhiri hidup di sebuah jembatan di wilayah Kota Kediri. Berkat kesabaran dan pendekatan yang dilakukan Agung, setiap percobaan tersebut berhasil digagalkan.
Ia juga mengawal proses penanganan hingga memastikan korban dapat kembali berkomunikasi dengan ibunya melalui panggilan video, sebelum akhirnya dipulangkan ke rumah keluarganya di wilayah Bogor.
Sesuai prosedur, setelah melakukan penanganan awal dan menstabilkan kondisi psikologis korban di lokasi, Agung kemudian berkoordinasi dengan petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kediri Kota untuk penanganan lebih lanjut.
Meski kerap berhasil menyelamatkan nyawa, tugas kemanusiaan tersebut juga menyisakan cerita pilu. Agung mengenang salah satu peristiwa di kawasan Jembatan Semampir yang sempat menjadi perhatian masyarakat. Saat itu, ia bergerak cepat setelah menerima laporan dari warga. Namun, sesampainya di lokasi, ia hanya menemukan sepeda motor, tas, dan telepon seluler milik korban yang telah ditinggalkan di atas jembatan.
“Korban baru ditemukan beberapa hari kemudian dalam kondisi meninggal dunia,” ungkap Aiptu Agung Broto.
Kendati demikian, dedikasi Aiptu Agung Broto di sejumlah jembatan di wilayah Kediri menjadi bukti bahwa kehadiran anggota kepolisian di jalan raya tidak hanya bertugas menegakkan hukum lalu lintas, tetapi juga dapat menjadi pelindung sekaligus penyelamat bagi masyarakat yang tengah berada dalam situasi kritis.
Jurnalis: Fitri Rahayu