
(Dok. Maulana Rahmadha / Tandaglobalnews)
Tandaglobal.news | Kediri, – Wisata Sumber Cakarsi yang terletak di Kelurahan Tosaren, Kota Kediri, terus melakukan pembenahan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung sekaligus mengembangkan potensi ekonomi masyarakat sekitar. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumber Cakarsi, Gandung, mengatakan bahwa saat ini pengembangan kawasan wisata masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam penataan pedagang dan perbaikan fasilitas.
Menurut Gandung, salah satu persoalan yang masih dihadapi adalah kurangnya kesadaran sebagian pedagang untuk menjaga ketertiban dan kelestarian kawasan wisata.
“Kami tidak melarang masyarakat berjualan, tetapi semua harus mengikuti aturan paguyuban. Kalau hanya mencari keuntungan sesaat tanpa memikirkan kelestarian Sumber Cakarsi, tentu tidak bisa dibiarkan. Kami bersama pihak kelurahan sudah membuat surat pernyataan, dan pedagang yang tidak menaati aturan akan kami keluarkan,” tegas Gandung (4/7/2026).
Ia menjelaskan, tingginya minat masyarakat untuk berkunjung ke Sumber Cakarsi belum diimbangi dengan kondisi kawasan yang tertata rapi. Menurutnya, kondisi yang masih terlihat kumuh menjadi salah satu alasan belum bisa diselenggarakannya kegiatan berskala besar di lokasi tersebut.
“Sebenarnya pengunjung banyak yang ingin datang. Namun karena kondisi tempat masih terlihat kumuh, pemerintah juga belum berani mengadakan kegiatan atau event besar di sini,” ujarnya.
Sebagai langkah penataan, mulai pertengahan Juli 2026 pemerintah melalui dinas terkait direncanakan akan melakukan pembangunan paving di kawasan wisata. Setelah pekerjaan tersebut selesai, seluruh lapak pedagang akan ditata ulang dengan ukuran maksimal 2 x 3 meter serta diberi jarak antarlapak agar kawasan tetap nyaman sebagai destinasi wisata.
Gandung mengungkapkan bahwa perjuangan mengembangkan Sumber Cakarsi sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2018. Saat itu proposal pembangunan telah diajukan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dan hampir memperoleh pendanaan. Namun, rencana tersebut terhenti akibat pandemi COVID-19 sehingga pengembangannya belum dapat direalisasikan.
Selain penataan kawasan, kondisi kolam renang di Sumber Cakarsi juga menjadi perhatian. Meski sempat dilakukan pengerukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), hasilnya dinilai belum maksimal karena belum disertai pembangunan plengsengan atau bronjong sehingga tanah kembali longsor saat musim hujan.
Menurut Gandung, pengelolaan kawasan telah dibagi sesuai kewenangan. Penanganan mata air dan kolam di bagian bawah menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum (PU), sedangkan Pokdarwis fokus pada penataan kawasan wisata di bagian atas.
“Harapan kami, Wisata Sumber Cakarsi semakin dikenal masyarakat luas dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Kediri. Kami juga berharap adanya perhatian serta dukungan yang berkelanjutan dari pemerintah agar pengembangan wisata ini dapat berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar,” pungkas Gandung.
Jurnalis : Maulana Rahmadha