
Tandaglobal.news | KEDIRI – Rangkaian Grebek Suro dalam rangka menyambut 1 Muharam 1448 Hijriah di Lingkungan Cakarwesi, Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, mencapai puncaknya pada Sabtu (4/7/2026). Kegiatan yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut tersebut ditutup dengan kirab budaya, tasyakuran, doa bersama, dan pertunjukan kesenian jaranan.
Kirab budaya dimulai dari kawasan wisata Sumber Cakarwesi, menyusuri jalan-jalan kampung, lalu kembali finis di lokasi yang sama. Sebanyak 15 tumpeng diarak oleh kelompok tani, tokoh masyarakat, TPA, RT, serta perwakilan warga dari dua RW dan empat RT di Lingkungan Cakarwesi sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan.
Selama pelaksanaan kegiatan, pengamanan dilakukan secara terpadu oleh personel Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Linmas bersama panitia serta warga. Sinergi tersebut memastikan seluruh rangkaian acara, mulai dari kirab budaya, tasyakuran, hingga pertunjukan jaranan, berlangsung aman, tertib, dan lancar tanpa mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.
Usai kirab, seluruh peserta mengikuti tasyakuran dan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon keselamatan, keberkahan, dan kemajuan bagi lingkungan Cakarwesi.
Lurah Tosaren, Joko Prayitno, S.E., mengapresiasi antusiasme masyarakat yang terus menjaga dan melestarikan tradisi Grebek Suro sebagai warisan budaya.
“Grebek Suro bukan sekadar tradisi menyambut Tahun Baru Islam, tetapi juga menjadi momentum memperkuat persatuan, semangat gotong royong, dan melestarikan budaya leluhur. Bertepatan dengan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, kami berharap kegiatan ini mampu memperkuat kebersamaan masyarakat serta mewujudkan jargon ‘Cakarwesi Mapan’, yakni Cakarwesi yang Maju, Aman, dan Nyaman untuk seluruh warganya,” ujar Joko.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan, termasuk Bhabinkamtibmas, Babinsa, Linmas, panitia, dan seluruh elemen masyarakat yang bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama rangkaian Grebek Suro berlangsung.
Ketua Panitia, Pujiono, mengatakan Grebek Suro tahun ini menjadi penutup rangkaian kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di Lingkungan Tirtowudan dan Krajan Tosaren.
“Harapan kami, Grebek Suro ke depan semakin meriah, semakin banyak partisipasi masyarakat, serta menjadi agenda tahunan yang mampu mengangkat potensi budaya dan wisata Sumber Cakarwesi,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RT Lingkungan Cakarwesi, Sukadi, berharap tradisi tersebut terus dilestarikan sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong.
“Semangat kebersamaan yang terjalin dalam Grebek Suro ini harus terus kita jaga. Dengan gotong royong dan kekompakan seluruh warga, kami optimistis jargon ‘Cakarwesi Mapan’ dapat benar-benar terwujud, sehingga lingkungan kami semakin maju, aman, nyaman, rukun, dan sejahtera,” tuturnya.
Jurnalis : Roni Ardiansyah