Aksi Solidaritas Dorong Penguatan Sistem Perlindungan Anak di Sekolah

Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi solidaritas di depan Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Desa Paron, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri, pada Senin (29/6/2026). Aksi tersebut bertujuan mendorong penguatan sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah. (Foto: Dok.TGN/Maya Rahmawati)

Tandaglobal.news | KEDIRI – Keprihatinan terhadap berbagai persoalan kekerasan di lingkungan pendidikan mendorong sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi solidaritas di Kabupaten Kediri. Aksi tersebut menjadi bentuk dukungan kepada para korban sekaligus ajakan agar seluruh pemangku kepentingan memperkuat sistem perlindungan anak di lingkungan sekolah.

Koordinator aksi, Agung Setiawan, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan memberikan pendampingan kepada korban agar memperoleh perlindungan serta keadilan.

“Tujuan aksi hari ini adalah memberikan dukungan penuh kepada pihak korban, sekaligus menguatkan pendidikan dan observasi kepada korban-korban lain agar pelaku dapat dijerat secara maksimal,” ujar Agung.

Menurutnya, sekolah seharusnya menjadi tempat yang memberikan rasa aman bagi peserta didik. Namun, berbagai persoalan yang terjadi belakangan menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua maupun masyarakat sehingga diperlukan langkah nyata untuk memperkuat pengawasan dan pencegahan.

Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Mereka meminta evaluasi terhadap tenaga pendidik dan kepala sekolah guna memastikan sistem pengawasan di lingkungan sekolah berjalan secara optimal.

Selain itu, masyarakat juga mendorong pelaksanaan asesmen psikologi bagi tenaga pendidik sebagai langkah deteksi dini, penguatan pendidikan karakter, serta penyediaan saluran pengaduan yang mudah diakses oleh peserta didik dan orang tua apabila menemukan atau mengalami dugaan tindak kekerasan di lingkungan sekolah.

Agung menilai penguatan sistem perlindungan anak tidak dapat dibebankan kepada sekolah semata. Menurutnya, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat agar setiap laporan dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Kami berharap ada perubahan di sektor pendidikan. Sekolah harus kembali menjadi tempat yang aman. Pelaku harus mendapatkan hukuman yang maksimal agar ada efek jera,” tambahnya.

Ia berharap aksi solidaritas tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, serta bebas dari segala bentuk kekerasan. Menurutnya, perlindungan terhadap anak merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui pengawasan, pencegahan, dan penanganan yang berkelanjutan.

Baca Juga  Penjualan Sepeda Listrik Meningkat, Didorong Efisiensi Biaya dan Kebutuhan Anak Sekolah

Aksi berlangsung dengan tertib dan diakhiri dengan penyampaian aspirasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri. Masyarakat berharap berbagai masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan evaluasi dalam memperkuat sistem perlindungan anak sehingga sekolah benar-benar menjadi tempat yang aman bagi seluruh peserta didik.


Penulis: Maya Rahmawati

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *