Sumber Ayu Tirta Amerta, Mata Air Legendaris yang Dikaitkan dengan Kesaktian Adipati Pancar

Kawasan Sumber Ayu di Tirta Amerta, Desa Ploso Kidul, Plosoklaten, yang hingga kini masih dipercaya masyarakat menyimpan cerita legenda dan jejak perjalanan Adipati Pancar dalam tradisi lisan Kediri. (Dok. Eka Putri / Tandaglobalnews)

Tandaglobalnews | Kediri, 25 Juni 2026 – Sumber mata air yang berada di kawasan Tirta Amerta, Dusun Djengkol, Desa Ploso Kidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, masih menyimpan cerita sejarah dan legenda yang dipercaya masyarakat setempat secara turun-temurun.

Salah satu sumber mata air yang dikenal dengan nama Sumber Ayu diyakini memiliki khasiat penyembuhan. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, seseorang yang mengalami sakit atau terluka akibat senjata tajam dipercaya dapat kembali pulih setelah berendam di sumber tersebut.

Arif menjelaskan bahwa di kawasan Tirta Amerta terdapat dua sumber mata air yang dikenal masyarakat, yakni Sumber Ayu dan Sumber Kurung yang berada tidak jauh dari lokasi tersebut.

“Kalau di sini itu Sumber Ayu. Apakah di titik Sumber Ayu-nya tersebut atau di sebelahnya Sumber Kurung, banyak orang tua dulu mengatakan di situ mungkin ada tempat mandi kecil,” ujarnya.

Menurut penuturan warga terdahulu, lokasi di sekitar Sumber Kurung diduga pernah menjadi tempat pemandian pada masa lampau. Namun hingga saat ini belum ditemukan bukti-bukti otentik yang dapat memastikan keberadaan bangunan tersebut.

“Sampai hari ini kami masih belum menemukan bukti-bukti otentik, apakah ada jalan walat atau batu-batu andesit maupun bata yang dibuat untuk pemandian. Tapi sumbernya masih ada dan muncul di permukaan. Kemungkinan sebagian tertimbun di bawah tanah juga bisa,” jelasnya.

Keberadaan sumber mata air tersebut juga dikaitkan dengan kisah Adipati Pancar, tokoh yang dikenal dalam cerita rakyat Kediri sebagai sosok yang memiliki berbagai sumber mata air untuk penyembuhan dan menjaga kesaktiannya.

Berdasarkan cerita yang berkembang, Adipati Pancar pernah terlibat perselisihan yang berujung pada penyerangan dari musuhnya. Setelah mengalami luka akibat tusukan dari belakang, ia dikisahkan berusaha mencari sumber mata air yang dapat memulihkan kondisinya.

Baca Juga  Aktivitas Pengambilan dan Pencucian Pasir Ditemukan di Titik Ketiga Desa Sumberagung

Menurut kepercayaan yang berkembang saat itu, Adipati Pancar tidak diperbolehkan bergerak ke arah selatan berdasarkan perhitungan atau petungan Jawa. Karena itu, ia memilih menuju arah utara untuk mencapai sumber air yang dipercaya memiliki khasiat penyembuhan.

“Dalam cerita itu, Adipati Pancar harus mengambil air dari sumber yang berada di sebelah utara. Karena itulah diperkirakan beliau menuju kawasan ini,” tutur Arif.

Legenda tersebut juga menyebutkan bahwa Adipati Pancar kehilangan banyak darah di wilayah yang kini dikenal sebagai Bendo. Nama daerah tersebut dipercaya berasal dari peristiwa yang terjadi dalam kisah tersebut.

Meski hingga kini belum ditemukan bukti sejarah maupun arkeologis yang menguatkan seluruh cerita tersebut, keberadaan Sumber Ayu dan Sumber Kurung tetap menjadi bagian dari warisan budaya lisan masyarakat setempat. Cerita mengenai Tirta Amerta dan Adipati Pancar terus hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi sebagai bagian dari kekayaan sejarah lokal Kabupaten Kediri.

Jurnalis : Eka Putri Maryani

administrator
Media Berita Online | Menyampaikan Berita Terkini - Aktual - Terpercaya

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *