
TandaGlobalNews | BANDUNG – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR (29) di Kabupaten Bandung mendapat perhatian langsung dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai. Pemerintah melalui Kementerian HAM memastikan akan mengawal proses penanganan kasus yang menghebohkan publik tersebut hingga tuntas.
Pigai menyatakan bahwa Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat telah turun ke lapangan untuk memantau dan menangani perkembangan kasus yang diduga mengandung unsur pelanggaran hak asasi manusia tersebut.
“Saya punya Kanwil sudah turun. Tapi nanti saya tunggu laporan dari Kanwil dulu ya,” kata Pigai saat dikonfirmasi pada Senin (22/6). Ia menegaskan bahwa Kementerian HAM memiliki jaringan kantor wilayah di seluruh Indonesia yang siap mengawal berbagai kasus kemanusiaan.
Menurut Pigai, pihaknya akan mempelajari secara mendalam fakta-fakta yang ditemukan di lapangan sebelum menentukan langkah lanjutan. Namun, ia memastikan kasus tersebut tidak akan luput dari perhatian pemerintah.
Korban Diduga Mengalami Penyiksaan Berat
Kasus ini menjadi sorotan nasional setelah terungkap kondisi korban yang sangat memprihatinkan. YTR diduga disekap selama kurang lebih tiga tahun oleh kekasihnya sendiri yang berinisial TH atau Taufik Hidayat (30).
Selama berada dalam penguasaan terduga pelaku, korban diduga mengalami berbagai bentuk kekerasan fisik yang mengakibatkan luka serius. Informasi yang beredar menyebutkan korban mengalami gangguan penglihatan hingga kehilangan fungsi penglihatannya, serta mengalami luka berat pada bagian wajah dan tubuh akibat tindakan penganiayaan yang berlangsung dalam waktu lama.
Korban akhirnya berhasil dievakuasi dan saat ini sedang menjalani perawatan intensif. Kondisinya terus dipantau oleh tim medis guna memulihkan kesehatan fisik maupun psikologisnya.
Polisi Masih Memburu Terduga Pelaku
Sementara itu, aparat kepolisian dari Polda Jawa Barat masih melakukan pengejaran terhadap TH yang diduga menjadi pelaku utama dalam kasus tersebut. Identitas dan foto terduga pelaku telah disebarluaskan untuk mempercepat proses pencarian.
Pihak kepolisian juga terus mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi guna mengungkap secara lengkap kronologi dugaan penyekapan dan penganiayaan yang dialami korban.
Kasus ini memicu gelombang keprihatinan dari berbagai kalangan karena diduga berlangsung dalam waktu yang sangat lama tanpa terdeteksi. Sejumlah pihak mendesak agar pelaku segera ditangkap dan diproses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
DPR Ikut Soroti Kasus
Perhatian terhadap kasus ini tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari kalangan legislatif. Ketua Komisi III DPR RI mengecam keras dugaan tindakan yang dialami korban dan meminta aparat penegak hukum mengusut perkara tersebut secara menyeluruh.
Menurutnya, jika terbukti, tindakan yang dilakukan pelaku merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan tidak boleh dibiarkan terjadi di tengah masyarakat.
Hingga kini, proses penyelidikan dan pengejaran terhadap terduga pelaku masih berlangsung. Publik menanti perkembangan lebih lanjut terkait pengungkapan kasus yang menjadi perhatian nasional tersebut.