Petugas Damkar Pos Pare melakukan pemadaman kebakaran pada blower penampung serbuk kayu milik PT Segatama Lestari di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Rabu (17/6) malam. Api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke area produksi dan aset lainnya. (dok Istimewa)

Tandaglobalnews KEDIRI – Kebakaran terjadi pada blower penampung serbuk kayu milik PT Segatama Lestari di Dusun Gedangsewu Kulon, Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, Rabu (17/6) malam.

Peristiwa tersebut dilaporkan oleh seorang karyawan bernama Calvin sekitar pukul 18.40 WIB. Mendapat laporan itu, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri Pos Pare langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 18.42 WIB dan tiba tiga menit kemudian.

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri Kaleb Untung Satrio Wicaksono menjelaskan, kebakaran diduga dipicu oleh mesin gergaji kayu yang mengalami sumbatan serbuk kayu sehingga menimbulkan panas berlebih.

“Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, sumber api diduga berasal dari mesin gergaji kayu yang terselip dan tersumbat serbuk kayu. Kondisi tersebut memicu panas dan asap yang kemudian merambat ke tumpukan serbuk kayu di dalam tong blower,” ujarnya.

Untuk mengatasi kejadian tersebut, petugas mengerahkan dua unit armada pemadam kebakaran Pos Pare berkapasitas 5.000 liter dengan dukungan lima personel. Proses pemadaman berlangsung mulai pukul 18.45 WIB hingga 20.45 WIB.

Kaleb mengatakan, respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas ke bagian pabrik lainnya yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.

“Tim Pos Pare segera menuju lokasi sesaat setelah menerima laporan. Alhamdulillah api berhasil dipadamkan sesuai SOP sehingga tidak merambat ke area produksi maupun aset lainnya,” katanya.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa maupun korban luka. Kerugian material ditaksir sekitar Rp1 juta, sementara aset perusahaan senilai kurang lebih Rp300 juta berhasil diselamatkan.

“Tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian yang ditimbulkan relatif kecil, sedangkan aset yang berhasil diselamatkan mencapai sekitar Rp300 juta,” pungkas Kaleb

Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim