Mamminasatapa Menuju Kota Cerdas, Pemprov Sulsel Integrasikan Transportasi Berbasis Digital

Foto : sulselprov.go.id

Tandaglobalnews | Makassar – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat komitmennya dalam mendorong transformasi digital melalui pengembangan konsep Smart City di kawasan Metropolitan Mamminasatapa. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas layanan publik, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta menjawab berbagai tantangan perkotaan yang semakin kompleks.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Smart City Metropolitan Mamminasata yang berlangsung di Ruang Command Center Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Rabu (10/6/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempercepat integrasi layanan berbasis teknologi di kawasan metropolitan Sulawesi Selatan.

Kawasan Mamminasata mencakup Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Wilayah ini merupakan metropolitan terbesar di Indonesia Timur sekaligus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dengan tingkat mobilitas masyarakat yang sangat tinggi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar, kepadatan penduduk Kota Makassar mencapai 8.388 jiwa per kilometer persegi pada tahun 2023, tertinggi di Sulawesi Selatan. Sementara itu, sektor jasa yang menyerap 78,7 persen tenaga kerja turut memperkuat kebutuhan akan layanan publik dan sistem transportasi yang lebih efisien, cepat, dan terintegrasi.

Sekretaris Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfo SP) Sulsel, Sultan Rakib, mengatakan perkembangan kawasan metropolitan tidak dapat dilepaskan dari berbagai tantangan perkotaan, terutama kemacetan lalu lintas yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi terus mendorong penerapan konsep smart mobility melalui layanan transportasi publik Trans Andalan Sulsel yang telah terintegrasi dengan sistem digital.

“Kemacetan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan kota metropolitan saat ini. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus menghadirkan solusi melalui konsep smart mobility, salah satunya lewat layanan Trans Andalan Sulsel yang dapat diakses melalui aplikasi digital,” ujar Sultan Rakib.

Ia menegaskan, digitalisasi layanan transportasi menjadi langkah strategis untuk memudahkan masyarakat memperoleh informasi perjalanan secara cepat, mudah, dan efisien.

Selain penguatan transportasi publik, Pemprov Sulsel juga terus meningkatkan infrastruktur melalui pembangunan dan perbaikan jalan serta jembatan di kawasan Mamminasatapa. Upaya tersebut dilakukan guna memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik antar daerah.

Sultan Rakib menilai program pendampingan Smart City menjadi momentum penting untuk mempercepat pengembangan ekosistem digital di Sulawesi Selatan serta memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah bersama untuk mendorong transformasi digital di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan, agar pelayanan publik menjadi lebih cepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Digital, Aris Kurniawan, menegaskan bahwa digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan yang semakin kompleks.

Menurut Aris, kawasan Metropolitan Mamminasatapa telah berkembang menjadi wilayah yang saling terhubung dengan mobilitas masyarakat yang tinggi antar kabupaten dan kota. Kondisi tersebut menuntut pemerintah untuk menghadirkan layanan publik yang lebih cepat, mudah diakses, dan berkualitas.

“Tuntutan masyarakat terhadap layanan publik semakin tinggi. Mereka menginginkan layanan yang cepat, mudah, bahkan gratis. Karena itu, digitalisasi menjadi sebuah kewajiban yang tidak bisa kita abaikan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi kawasan metropolitan, mulai dari kemacetan, pengelolaan sampah, banjir, penurunan kualitas udara, hingga meningkatnya jumlah kendaraan bermotor. Karena itu, pengembangan Smart City dinilai mampu menjadi solusi untuk meningkatkan efisiensi tata kelola pemerintahan sekaligus memperkuat daya saing daerah di era digital.

Melalui program pendampingan Smart City ini, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat menyusun rekomendasi strategis berbasis teknologi untuk menjawab berbagai tantangan perkotaan serta memastikan manfaat transformasi digital dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Sulawesi Selatan.

Sumber : sulselprov.go.id

author

    Related Articles

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *