
TandaGlobalNews | MAKKAH – Musim kepulangan jemaah haji Indonesia dari Tanah Suci tidak hanya diwarnai dengan persiapan perjalanan pulang, tetapi juga aktivitas berburu oleh-oleh. Salah satu suvenir yang paling banyak diburu tahun ini adalah boneka unta, yang menjadi pilihan favorit untuk dibawa pulang sebagai buah tangan bagi keluarga dan kerabat di Indonesia.
Di berbagai pusat perbelanjaan dan toko suvenir di Makkah maupun Madinah, boneka unta tampak menjadi barang yang paling diminati. Bentuknya yang khas, lucu, dan identik dengan kehidupan di Jazirah Arab membuat suvenir ini menarik perhatian para jemaah dari berbagai daerah.
Boneka unta tersedia dalam beragam ukuran dan model. Ada yang berbentuk gantungan kunci, boneka kecil untuk anak-anak, hingga ukuran besar yang dapat mengeluarkan suara atau lantunan talbiyah. Harga yang relatif terjangkau juga menjadi alasan mengapa banyak jemaah memilih membeli dalam jumlah cukup banyak.
Bagi para jemaah, oleh-oleh bukan sekadar barang bawaan. Buah tangan dari Tanah Suci menjadi simbol kebahagiaan dan ungkapan rasa syukur setelah menunaikan ibadah haji. Karena itu, banyak jemaah berusaha membawa pulang sesuatu yang berkesan untuk orang-orang tercinta yang menunggu di rumah.
Tak sedikit jemaah yang rela menambah kapasitas bagasi demi membawa lebih banyak oleh-oleh. Selain kurma, air zamzam, sajadah, dan tasbih, boneka unta menjadi barang yang hampir selalu masuk dalam daftar belanja mereka.
Fenomena tersebut bahkan terlihat saat proses kepulangan jemaah di bandara. Sejumlah jemaah tampak membawa boneka unta di tangan atau mengalungkannya di leher karena koper yang mereka bawa sudah penuh dengan berbagai barang lainnya.
Selain menjadi cendera mata khas Arab Saudi, boneka unta juga memiliki nilai simbolis. Hewan unta dikenal sebagai lambang kesabaran, ketahanan, dan perjuangan, nilai-nilai yang juga dirasakan para jemaah selama menjalankan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Dengan berbagai makna yang terkandung di dalamnya, tidak mengherankan jika boneka unta tetap menjadi salah satu oleh-oleh paling populer di kalangan jemaah haji Indonesia dari tahun ke tahun. Benda sederhana tersebut menjadi pengingat perjalanan spiritual sekaligus kenangan berharga yang dibawa pulang setelah menunaikan rukun Islam kelima.