Menuju Muktamar ke-35, Munas dan Konbes NU 2026 Dijadwalkan Digelar di Jombang

Ilustrasi Munas dan Konbes NU. Foto: NU Online Jawa Timur

TandaGlobalNews | JOMBANG – Nahdlatul Ulama (NU) terus mematangkan langkah menuju Muktamar ke-35 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026. Salah satu tahapan penting yang akan digelar lebih dahulu adalah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 20–21 Juni 2026. Forum strategis tersebut direncanakan berlangsung di lingkungan pesantren, dengan Pondok Pesantren Ploso, Jombang, menjadi lokasi yang menguat sebagai tuan rumah.

Keputusan pelaksanaan Munas dan Konbes pada pertengahan Juni 2026 merupakan hasil Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Forum ini dipandang sebagai momentum penting untuk merumuskan berbagai agenda strategis organisasi sekaligus menyiapkan bahan pembahasan menuju Muktamar ke-35 NU.

Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf, menyebut pelaksanaan Munas dan Konbes di pesantren memiliki nilai historis dan simbolis yang kuat. Menurutnya, pesantren merupakan akar lahirnya NU sekaligus pusat kaderisasi ulama yang selama ini menjadi fondasi utama organisasi. Usulan penyelenggaraan di Pesantren Ploso juga dinilai selaras dengan semangat mengembalikan denyut organisasi ke lingkungan pesantren.

Selain membahas berbagai persoalan keagamaan dan kebangsaan, Munas dan Konbes nanti juga akan menjadi forum konsolidasi organisasi. Sejumlah materi yang disiapkan mencakup tata kelola organisasi, penguatan badan usaha milik NU, tata kelola keuangan, hingga percepatan transformasi digital melalui sistem Digdaya yang tengah dikembangkan PBNU.

PBNU berharap hasil Munas dan Konbes mampu melahirkan rekomendasi serta keputusan strategis yang akan menjadi pijakan bagi Muktamar ke-35. Dengan menggelar forum di pesantren, NU ingin menegaskan kembali identitasnya sebagai organisasi yang tumbuh dari tradisi keilmuan para kiai dan pesantren, sekaligus memperkuat konsolidasi warga Nahdliyin menghadapi tantangan zaman.

Munas dan Konbes 2026 pun dipandang bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk menyatukan gagasan, memperkuat tata kelola, dan merumuskan arah masa depan NU menjelang perhelatan Muktamar ke-35 yang akan menentukan kepemimpinan serta kebijakan organisasi ke depan.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *