KEDIRI, Tandaglobal.news — Pesta Siaga Pramuka ke-12 tahun 2026 di SDNU Miftahun Nahdloh, Jalan Satak, Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, tidak hanya menjadi ajang perlombaan bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan yang diikuti sekitar 500 peserta dari 26 lembaga SD Islam dan SDNU tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana menanamkan nilai keagamaan, kebangsaan, serta karakter positif sejak dini, Sabtu (31/10/2026).

Kepala SDNU Miftahun Nahdloh, Robi’ah, mengatakan kegiatan tersebut dirancang dengan memadukan pendidikan agama, nasionalisme, dan keterampilan kepramukaan. Menurutnya, pembentukan karakter menjadi salah satu tujuan utama dalam pelaksanaan Pesta Siaga.

“Anak-anak tidak hanya kami ajak mengikuti perlombaan, tetapi juga belajar menjadi pribadi yang berilmu dan beradab. Kami ingin menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, ketangguhan, serta semangat kebangsaan melalui kegiatan yang mereka ikuti,” ungkapnya.

Berbagai perlombaan disiapkan untuk mengasah kemampuan peserta, mulai dari azan dan ikamah, praktik salat berjamaah, yel-yel, lomba baris-berbaris (LBB), hingga cerdas cermat seputar wawasan kebangsaan dan kepramukaan. Peserta juga mengikuti permainan estafet, seperti memindahkan paku ke dalam botol, menyusun gelas berdasarkan warna, dan egrang batok.

Robi’ah menjelaskan, setiap jenis perlombaan memiliki nilai pembelajaran yang berbeda. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan keberanian, konsentrasi, kekompakan, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok.

“Melalui lomba keagamaan, kami ingin membiasakan anak-anak memahami dan mempraktikkan nilai-nilai agama. Sementara lomba permainan dan kepramukaan melatih keberanian, fokus, serta kerja sama. Jadi, setiap kegiatan memiliki nilai pendidikan bagi mereka,” tambahnya.

Pembina SDI Annahat Pare, Muhammad Sobir Abdullah, menilai Pesta Siaga menjadi kesempatan bagi siswa kelas I hingga III untuk mengembangkan kemampuan di luar pelajaran akademik. Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan nilai-nilai Ahlussunnah waljamaah kepada peserta.

“Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan ini. Pesta Siaga memberikan pengalaman yang berbeda karena mereka bisa belajar melalui permainan dan perlombaan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat membantu membentuk generasi yang memiliki bekal pengetahuan sekaligus karakter yang baik,” tuturnya.

Hal senada disampaikan Eko Wahyudi, pembina SDI NU Papar. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang bagi anak-anak untuk belajar sekaligus menikmati pengalaman bersama teman-teman dari lembaga lain. Sekolahnya telah mengikuti Pesta Siaga selama sekitar enam tahun.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan agar semakin banyak siswa memperoleh pengalaman positif melalui kegiatan kepramukaan.

“Anak-anak sangat senang mengikuti kegiatan ini. Mereka bisa belajar hal-hal baru di luar kelas, bertemu teman dari sekolah lain, dan mendapatkan pengalaman melalui perlombaan. Harapannya, kegiatan ini terus berjalan dan semakin baik pada tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.