
KEDIRI, Tandaglobal.news — Getuk pisang menjadi salah satu jajanan khas Kabupaten Kediri yang tetap bertahan di tengah bermunculannya beragam produk kuliner baru. Salah satunya Getuk Pisang Bariklana di Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, yang mempertahankan cita rasa khas dengan menggunakan pisang Rojo Nongko sebagai bahan baku utama.
Usaha yang berdiri secara mandiri sejak 2008 ini tidak hanya melayani pembeli dari wilayah Kediri. Produknya juga dipasarkan melalui sejumlah pusat oleh-oleh dan rest area di Kediri serta daerah sekitarnya, bahkan pernah dibawa pelanggan hingga ke luar negeri.
Uswalia, karyawan Toko Getuk Pisang Bariklana, mengatakan sebagian besar pembeli yang mencari oleh-oleh berasal dari luar Kediri. Produk tersebut bahkan pernah dibawa hingga ke Singapura dan Malaysia.
“Kalau untuk oleh-oleh, kebanyakan pembelinya dari luar Kediri. Pernah juga dibawa sampai Singapura dan Malaysia,” ujar Uswalia saat ditemui di Krenceng, Selasa (27/10/2026).
Pemasaran Getuk Pisang Bariklana dilakukan melalui sistem konsinyasi atau titip jual di sejumlah pusat oleh-oleh. Wilayah pemasarannya meliputi Pare, Kediri, Jombang, Pandaan, dan Pasuruan.
Menurut Uswalia, pengiriman ke sejumlah tempat penitipan di luar daerah biasanya dilakukan satu hingga dua kali dalam sepekan ketika penjualan sedang sepi. Namun, jumlah pasokan menyesuaikan permintaan, terutama saat musim libur Lebaran dan musim hajatan.
“Kalau musim hajatan atau Lebaran biasanya lebih ramai. Kalau sedang sepi, pengiriman ke tempat titipan luar kota bisa satu sampai dua kali seminggu,” jelasnya.
Salah satu hal yang dipertahankan Bariklana adalah pemilihan bahan baku. Toko tersebut menggunakan pisang Rojo Nongko atau Raja Nangka yang dinilai sesuai untuk menghasilkan warna dan cita rasa khas getuk pisang.
Proses pengukusan pisang membutuhkan waktu sekitar delapan jam. Melalui proses tersebut, getuk menghasilkan warna cokelat kemerahan secara alami tanpa menggunakan pewarna buatan, berdasarkan keterangan narasumber.
Uswalia menjelaskan, pemilihan jenis pisang menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas produk. Pemilik usaha sebelumnya pernah mencoba jenis pisang lain, seperti pisang Candi dan pisang buah. Namun, pisang Rojo Nongko tetap menjadi pilihan.
“Pernah dicoba menggunakan jenis pisang lain, tetapi yang paling pas untuk getuk pisang ini tetap Rojo Nongko,” ungkapnya.
Selain getuk pisang, toko tersebut juga menjual tahu kuning sebagai salah satu produk khas Kediri yang diminati pembeli.
Seluruh proses produksi dilakukan sendiri dengan jumlah yang menyesuaikan permintaan pasar. Pada akhir pekan, terutama Sabtu dan Minggu, produksi dapat mencapai sedikitnya 2.000 biji.
“Kalau Sabtu dan Minggu, produksinya bisa mencapai minimal 2.000 biji karena biasanya lebih ramai,” kata Uswalia.
Untuk memenuhi kebutuhan produksi, ketersediaan bahan baku menjadi salah satu hal yang diperhatikan. Selama ini, pasokan pisang relatif aman. Namun, ketika permintaan meningkat tajam pada musim liburan atau menjelang puasa, pasokan dari Pasuruan turut membantu apabila kebutuhan tidak dapat dipenuhi dari wilayah Kediri.
Meski telah memiliki jaringan pemasaran dan pelanggan, penjualan getuk pisang tidak selalu stabil sepanjang tahun. Pada bulan-bulan tertentu, seperti Agustus, penjualan cenderung lebih sepi karena sebagian masyarakat menghabiskan waktu untuk berlibur.
Sebaliknya, permintaan biasanya meningkat saat musim pernikahan, berbagai acara hajatan, dan libur Lebaran. Pada momen tersebut, getuk pisang banyak dibeli sebagai buah tangan untuk keluarga maupun kerabat.
Di tengah persaingan kuliner yang semakin beragam, Bariklana tetap mengandalkan karakter rasa dan nama merek yang telah dikenal pelanggan. Menurut Uswalia, perbedaan produsen juga dapat memengaruhi proses pembuatan hingga cita rasa getuk pisang.
“Sekarang memang banyak makanan khas baru dan variasi produk lain. Namun, pembeli yang sudah cocok biasanya tetap mencari merek yang biasa mereka beli,” tuturnya.
Ke depan, usaha tersebut berharap dapat memperluas jangkauan pasar melalui pengembangan produk dan rencana penambahan cabang. Inovasi varian rasa juga menjadi salah satu hal yang ingin dijajaki tanpa meninggalkan ciri khas produk yang selama ini dipertahankan.
Harapan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan usaha sekaligus memperkenalkan getuk pisang sebagai salah satu pilihan oleh-oleh khas Kediri kepada lebih banyak konsumen.


















Tinggalkan Balasan