JAKARTA, Tandaglobal.news — Pemerintah melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,45 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari evaluasi kondisi ekonomi nasional.

Laporan tersebut disampaikan pada Jumat (23/10/2026), dengan sejumlah indikator yang menggambarkan perkembangan aktivitas ekonomi. Pemerintah juga menyiapkan berbagai kebijakan untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah dinamika perekonomian.

Selain pertumbuhan ekonomi, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur Indonesia tercatat sebesar 52,4 pada September 2026. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur berada dalam fase ekspansi.

Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus sebesar US$7,25 miliar dalam periode yang dilaporkan pemerintah. Sementara itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) berada di level 118,1 pada September 2026, yang mencerminkan optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi.

Dari sisi ketenagakerjaan, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,65 persen berdasarkan data Mei 2026. Indikator ini perlu dilihat bersama dengan kondisi penyerapan tenaga kerja dan kualitas pekerjaan untuk memperoleh gambaran pasar tenaga kerja secara menyeluruh.

Untuk menjaga konsumsi rumah tangga, pemerintah menyiapkan sejumlah stimulus, termasuk bantuan beras, subsidi upah, serta potongan harga transportasi selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027.

Bantuan beras direncanakan sebesar 10 kilogram per bulan bagi 33,24 juta keluarga penerima manfaat. Sementara itu, Bantuan Subsidi Upah sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan ditujukan kepada 13,3 juta pekerja.

Pemerintah juga menyiapkan stimulus transportasi selama Nataru 2026/2027 dengan estimasi anggaran Rp883,4 miliar. Kebijakan tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sekaligus mempertahankan aktivitas ekonomi ketika pengeluaran rumah tangga berpotensi meningkat pada akhir tahun.

Memasuki 2027, pemerintah merencanakan program magang nasional bagi 150 ribu peserta, pelatihan vokasi bagi 300 ribu peserta, serta insentif pajak penghasilan bagi pekerja dengan penghasilan maksimal Rp10 juta.

Program-program tersebut diharapkan mendukung peningkatan keterampilan tenaga kerja serta memperluas kesempatan kerja. Namun, pelaksanaan dan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat tetap perlu dicermati.

Pemerintah menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai yang tertinggi di antara negara-negara G20 berdasarkan perbandingan yang dipaparkan Airlangga. Klaim tersebut perlu dilihat berdasarkan periode dan indikator yang digunakan dalam perbandingan.

Capaian pertumbuhan ekonomi dan berbagai indikator tersebut menjadi bagian dari evaluasi pemerintah dalam menjaga momentum ekonomi nasional. Pelaksanaan stimulus dan program ketenagakerjaan selanjutnya menjadi salah satu aspek penting untuk menilai dampaknya terhadap daya beli dan kesejahteraan masyarakat.