KEDIRI, Tandaglobal.news — Berawal dari kegemaran terhadap dunia elektronik sejak kecil, Riski merintis usaha sound system bernama BR Audio 99. Usaha tersebut mulai dibangun sebelum pandemi Covid-19 dengan modal yang dikumpulkan secara bertahap demi mewujudkan keinginannya memiliki sound system sendiri.

Riski mengaku ketertarikannya terhadap dunia elektronik sudah muncul sejak duduk di Madrasah Ibtidaiyah (MI), sekitar usia enam tahun. Hobi tersebut kemudian berkembang menjadi keinginan untuk membangun usaha sound system secara mandiri.

“Dari kecil memang hobi elektro, elektronik. Kalau mulai mendirikan sound ini, mungkin sudah sebelum corona. Waktu itu mulai bekerja untuk mencari modal bikin sound sendiri,” ujar Riski, pemilik BR Audio 99, saat ditemui pada Sabtu (24/10/2026).

Dalam menjalankan usahanya, Riski mengaku masih menghadapi keterbatasan modal. Sejumlah kebutuhan operasional, seperti kendaraan untuk mengangkut peralatan dan perlengkapan lighting, masih harus disewa.

Kondisi tersebut membuatnya harus mempertimbangkan biaya setiap kali menerima pekerjaan.

Meski demikian, keterbatasan fasilitas tidak menyurutkan tekadnya untuk terus mengembangkan usaha yang berawal dari kegemarannya tersebut.

“Tantangannya di harga, Mas. Soalnya belum termasuk semuanya. Motor masih sewa, lighting juga masih sewa. Jadi, cuma modal nekat,” ungkapnya.

Dari sisi permintaan, BR Audio 99 mulai mendapatkan pekerjaan, meskipun jumlahnya masih bergantung pada musim kegiatan. Sejak sekitar Agustus, Riski menyebut telah menerima dua hingga tiga pekerjaan.

Jumlah tersebut menjadi salah satu pijakan untuk menjaga usaha tetap berjalan sekaligus mempersiapkan pengembangan pada tahun mendatang.

Riski mengatakan, sejumlah rencana pekerjaan untuk tahun depan juga mulai masuk.

Namun, jadwal pelaksanaannya masih belum dipastikan secara lengkap.

“Untuk tahun depan sudah ada empat yang masuk. Sekarang masih persiapan untuk tahun depan,” jelasnya.

Ke depan, Riski berharap BR Audio 99 dapat berkembang dengan dukungan fasilitas yang lebih memadai. Salah satu target utamanya adalah memiliki kendaraan sendiri agar kebutuhan operasional tidak terus bergantung pada penyewaan.

Ia juga berharap usaha sound system yang dirintis dari hobi tersebut semakin berkembang dan mampu menjangkau lebih banyak pekerjaan.

“Semoga punya kendaraan sendiri, punya sound sendiri, dan lebih berkembang. Intinya begitu,” pungkas Riski.