KEDIRI, TandaGlobalNews – Perubahan sistem parkir di Pasar Bandar, Kota Kediri, mendapat respons positif dari para pedagang. Tidak adanya lagi penarikan karcis di pintu masuk utama dinilai membuat pembeli lebih nyaman, karena mereka bisa langsung masuk ke kawasan pasar tanpa harus membayar parkir sejak awal.

Sistem yang diterapkan sekitar sepekan terakhir tersebut mengalihkan pembayaran parkir ke sejumlah titik atau kantong parkir di dalam kawasan pasar. Pengunjung baru membayar ketika kendaraannya diparkir.

Salah satu pedagang Pasar Bandar, Tarti (55), mengatakan perubahan tersebut membuat aktivitas jual beli terasa lebih nyaman. Menurutnya, pembeli tidak lagi langsung diminta membayar ketika baru memasuki pasar.

“Sekarang lebih enak, lebih ayem. Dulu orang masuk langsung ditarik karcis, padahal belum tentu belanja. Kadang cuma mau lewat atau beli sedikit,” kata Tarti.

Ia menilai sistem parkir yang pembayaran dilakukan di kantong parkir lebih memberikan kenyamanan bagi pengunjung. Sebab, masyarakat yang sekadar melintas atau hanya membeli barang dalam jumlah kecil tidak langsung dibebani biaya parkir di pintu masuk.

Hal senada disampaikan Suparti (53), pedagang lainnya. Menurutnya, sebelumnya ada pengunjung yang enggan masuk pasar karena harus membayar parkir meskipun hanya hendak membeli barang dengan nilai kecil.

“Dulu masuk langsung ditarik Rp2 ribu, padahal kadang cuma beli barang Rp5 ribu. Jadi ada yang memilih tidak masuk,” ucapnya.

Dengan sistem saat ini, kendaraan yang sekadar melintas maupun pengunjung yang tidak memarkir kendaraan tidak lagi langsung dikenai karcis di pintu masuk.

Meski demikian, perubahan sistem tersebut belum secara langsung membuat kondisi pasar menjadi ramai. Tarti dan Suparti menyebut jumlah pengunjung masih relatif sepi.

Menurut Tarti, kondisi sepinya pasar juga dipengaruhi oleh kondisi ekonomi masyarakat serta semakin maraknya aktivitas jual beli secara daring.
Sedangkan Suparti menyebut, kondisi serupa juga dirasakan di sejumlah pasar lainnya. Ia menduga sebagian masyarakat belum mengetahui bahwa penarikan karcis di pintu masuk Pasar Bandar telah dihentikan.

Sementara itu Koordinator Pasar Bandar, Agung Nur Hidayah mengungkapkan, keluhan pengunjung terkait parkir memang masih ditemukan. Sebagian masyarakat merasa keberatan membayar parkir ketika hanya membeli sedikit barang. Bahkan, pengunjung yang hanya hendak membeli makanan atau barang tertentu terkadang memilih sistem seperti drive-thru agar tidak perlu masuk ke area parkir.

Kondisi tersebut berdampak terhadap pendapatan sektor parkir, meskipun jumlah pengunjung pasar secara keseluruhan dinilai masih relatif stabil.

“Rencana digitalisasi melalui portal pada dasarnya merupakan bagian dari upaya modernisasi layanan pemerintah sekaligus untuk menutup potensi kebocoran retribusi,” ujarnya.

Sistem tersebut juga diharapkan dapat memberikan keamanan lebih bagi kendaraan melalui verifikasi karcis saat keluar. Meski begitu, pengelola berharap penerapan sistem parkir nantinya tetap mempertimbangkan kenyamanan pedagang dan pengunjung.

“Harapannya ada kesepahaman antara pengelola dan pedagang. Yang penting pasar semakin ramai, pedagang bisa berjualan dengan nyaman, dan sistem parkir juga berjalan dengan baik,” pungkas Agung.

Reporter: Roni Ardiansyah
Editor: Rizky Rusdiyanto