KEDIRI, Tandaglobal.news Semarak Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Kediri mulai digelar Jumat (25/9/2026). Dipusatkan di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), rangkaian kegiatan akan berlangsung selama 10 hari hingga 4 Oktober 2026.

Beragam agenda telah disiapkan panitia untuk memeriahkan peringatan HSN tahun ini.

Kegiatan tersebut memadukan nuansa religi, seni, budaya, kreativitas, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ketua Panitia HSN 2026, Kang Abu Muslich, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan dirancang dengan menghadirkan berbagai agenda yang dapat dinikmati sekaligus diikuti masyarakat.

“Rangkaian Hari Santri Nasional 2026 ini kami kemas dengan berbagai kegiatan, mulai dari bazar UMKM, lomba, kegiatan keagamaan, seni dan budaya, hingga panggung hiburan. Harapannya, seluruh masyarakat bisa ikut meramaikan dan menjadikan momentum Hari Santri sebagai ruang kebersamaan,” ujar Kang Abu Muslich.

Rangkaian kegiatan diawali Opening Ceremony dan pembukaan Bazar UMKM pada Jumat (25/9) pukul 14.00–17.00 WIB.

Malam harinya, masyarakat akan disuguhi panggung hiburan Cak Brodin feat OM Intan Sahara mulai pukul 20.00 WIB.

Kemeriahan berlanjut Sabtu (26/9) dengan Lomba Memasak, Pelatihan Kerajinan Tas Anyaman, serta Pentas Seni Pelajar dan Santri.

Pada Minggu (27/9), agenda diisi Lomba Mewarnai Mamamia dan Gamelan Shalawat bersama Kyai Bagus.

Sementara Senin (28/9) malam akan digelar Musik Religi bersama Hikmatul Badriyah.


Selanjutnya, Selasa (29/9) dijadwalkan Lomba Lalaran Santri Ponpes se-Kabupaten Kediri, disusul Final Lomba Pildacil pada Rabu (30/9).

Nuansa keagamaan semakin kuat pada Kamis (1/10) melalui Istighotsah dan Pengajian Malam Jumat yang menghadirkan sejumlah tokoh agama.

Kemudian Jumat (2/10), panggung hiburan diisi Silvy Kumalasari feat Intan Sahara.

Memasuki akhir rangkaian, Sabtu (3/10) akan digelar Parade Drumband serta Festival Sholawat Al Banjari.

Sedangkan pada Minggu (4/10), masyarakat dapat mengikuti Jalan Sehat Sarungan dan menikmati Bazar Pangan Murah.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Parade Sholawat serta panggung hiburan Neo Sari feat PAMDI Kediri pada malam harinya.

“Kami ingin rangkaian ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga memberikan ruang bagi santri, pelajar, pelaku UMKM, komunitas seni, dan masyarakat untuk terlibat. Karena itu, kegiatan yang disiapkan cukup beragam selama 25 September sampai 4 Oktober,” kata Kang Abu Muslich.

Dengan agenda yang berlangsung selama 10 hari, perayaan HSN 2026 di SLG diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai unsur masyarakat sekaligus menghidupkan aktivitas ekonomi, seni, budaya, dan kegiatan keagamaan di Kabupaten Kediri.