


BANDUNG, Tandaglobal.news — Penataan jaringan kabel di Kota Bandung mulai mengubah wajah sejumlah ruas jalan. Kabel telekomunikasi yang sebelumnya membentang dan bergelantungan di udara secara bertahap dipindahkan ke jaringan bawah tanah melalui program Infrastruktur Pasif Telekomunikasi (IPT) Pemerintah Kota Bandung.
Program tersebut mulai dilaksanakan sejak 2 Juni 2026.
Hingga Agustus 2026, penurunan kabel telah rampung di 42 ruas jalan dari target 85 ruas yang ditangani sepanjang tahun ini.
Pekerjaan kemudian berlanjut pada September dengan menyasar sejumlah ruas jalan yang lebih panjang dan padat aktivitas, di antaranya Jalan Gatot Subroto, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Sudirman.
Kepala Bidang Infrastruktur TIK Diskominfo Kota Bandung Indra Arief Budyana mengatakan, sejumlah ruas pada September memiliki karakteristik lebih panjang dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi.
“Bulan September mungkin banyak ruas-ruas yang panjang seperti Gatot Subroto, Ahmad Yani, Sudirman. Selain panjang, lebih dari tiga kilometer, juga banyak keramaian.”
Dalam pelaksanaannya, kabel telekomunikasi tidak langsung dipotong setelah saluran bawah tanah tersedia.
Operator diberikan waktu untuk memindahkan jaringan mereka ke infrastruktur tersebut sebelum kabel udara lama ditertibkan.
“Setelah selesai infrastrukturnya, tiga bulan harus turun. Jadi operator punya waktu tiga bulan untuk menurunkan kabel.”
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sebelumnya menargetkan seluruh 85 ruas jalan yang masuk program penataan dapat ditangani hingga akhir 2026.
Penataan ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki estetika sekaligus menciptakan lingkungan jalan yang lebih tertib dan aman.
“Target kami pada Desember 2026 seluruh 85 ruas jalan sudah turun kabelnya. Ini merupakan bagian dari penataan kota agar lebih indah, aman, dan tertib.”




















Tinggalkan Balasan