Kediri, Tandaglobal.news– Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kediri mendorong peningkatan fasilitas olahraga atletik untuk mendukung pembinaan atlet di daerah. KONI telah berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Kediri terkait rencana renovasi Stadion Canda Bhirawa yang diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh atlet dan pelatih.
Ketua KONI Kabupaten Kediri, Hakim Rahmadsyah Parnata mengatakan, fasilitas atletik di Kabupaten Kediri saat ini masih terbatas. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan atlet, khususnya pada cabang olahraga yang membutuhkan latihan secara rutin dan terukur.
“Kami sudah berkomunikasi dengan pemerintah daerah mengenai rencana renovasi Lapangan Canda Bhirawa. Kami berharap fasilitas tersebut nantinya bisa dimanfaatkan secara optimal oleh atlet dan pelatih,” katanya.
Menurut Hakim, atletik merupakan cabang olahraga terukur yang membutuhkan proses pembinaan dalam jangka panjang. Atlet tidak dapat langsung menghasilkan prestasi tanpa latihan, pendampingan, serta fasilitas yang mendukung proses pembinaan.
Kondisi tersebut juga terlihat dalam pelaksanaan KSAC atau KSC Ke-2 Kabupaten Kediri yang diikuti 550 pelajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Kejuaraan tersebut menjadi salah satu wadah untuk melihat potensi atlet muda yang dapat dikembangkan lebih lanjut.
Hakim mengatakan hasil pertandingan KSAC menunjukkan adanya sejumlah catatan yang cukup baik. Panitia juga melaporkan adanya potensi pada nomor lempar atau tolak peluru dengan capaian lebih dari tujuh meter.
“Catatan hasil pertandingan cukup bagus dan ada potensi yang bisa kita bina. Bahkan, ada peserta nomor lempar atau tolak peluru yang mampu mencapai lebih dari tujuh meter,” ujarnya.
Hakim menambahkan, capaian tersebut menunjukkan adanya bakat alam yang dapat dikembangkan melalui pembinaan secara terarah.
“Potensi atlet yang ditemukan dalam kompetisi perlu dipantau dan diberikan kesempatan untuk berkembang melalui latihan serta kejuaraan secara berkelanjutan,” tambahnya .
Hakim juga mendorong agar KSAC dapat menjadi agenda tahunan di Kabupaten Kediri. Menurutnya, keberlanjutan kejuaraan akan membantu proses pembinaan atlet karena para atlet memiliki wadah untuk mengukur kemampuan secara berkala.
“Kami berharap kejuaraan ini tidak hanya berlangsung tahun ini. Kami ingin kegiatan ini menjadi agenda tahunan agar atlet memiliki wadah untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Umum Pengkab PASI Kabupaten Kediri periode 2025–2029, Erfin Fatoni, mengatakan KSAC tidak hanya ditujukan untuk mencari pemenang dalam kompetisi. Kejuaraan tersebut juga menjadi sarana untuk membangun database atlet atletik potensial di Kabupaten Kediri.
“Kami ingin memiliki database atlet atletik sebanyak-banyaknya. Dengan data tersebut, kami akan lebih mudah memilih atlet untuk mewakili Kabupaten Kediri pada tingkat Jawa Timur maupun nasional,” ucapnya.
Erfin berharap KSAC dapat terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya. Kompetisi yang berlangsung secara rutin dinilai penting untuk memberikan pengalaman bertanding sekaligus memantau perkembangan atlet dari waktu ke waktu.
Reporter: Roni Ardiansyah
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan