Padang, Tandaglobal.news PT Abaisiat Raya merupakan perusahaan industri pengolahan karet remah (crumb rubber) yang berlokasi di Jalan Raya Padang–Painan Kilometer 9, Kota Padang, Sumatera Barat. Perusahaan ini berkembang dari usaha dengan kepemilikan lokal menjadi bagian dari jaringan industri karet internasional Southland Rubber Group.

Pada awalnya, PT Abaisiat Raya disebut berdiri pada 28 Desember 1989 berdasarkan Akta Pendirian Nomor 353 Tahun 1989. Akta tersebut disebut memperoleh pengesahan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia melalui Nomor C2-7228 HT.01.01. Sejumlah dokumen menyebut perusahaan pada masa awal menggunakan nama PT Zanzibar dan berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).

Ada pula sumber profil perusahaan yang mencantumkan 1993 sebagai tahun berdiri. Namun, keterangan mengenai 28 Desember 1989 dan Akta Nomor 353 Tahun 1989 dinilai lebih kuat karena mencantumkan tanggal serta nomor akta secara spesifik.

Sejak berkembang, perusahaan menjalankan kegiatan utama berupa pengolahan karet alam menjadi crumb rubber. Bahan bakunya berasal dari karet rakyat atau bahan olahan karet (bokar) yang dipasok dari sejumlah wilayah di Sumatera.

Wilayah pemasok yang disebut dalam sejumlah laporan antara lain Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Sijunjung, Sitiung, Pasaman, dan Dharmasraya. Bahan baku tersebut terlebih dahulu melalui pemeriksaan kualitas sebelum masuk ke rangkaian proses produksi.

Proses pengolahan secara umum mencakup pengolahan basah (milling), pengeringan (drying), pemeriksaan mutu, hingga pengemasan produk. Hasil produksinya terutama berupa SIR 10 dan SIR 20 yang mengikuti standar Standard Indonesian Rubber.

Selain kedua produk tersebut, sejumlah dokumen juga menyebut compound rubber dan mixture rubber sebagai produk yang dihasilkan perusahaan. Produk karet remah tersebut digunakan sebagai bahan baku berbagai kebutuhan industri, terutama industri yang berkaitan dengan ban dan produk berbahan karet.

Perubahan penting dalam perjalanan perusahaan terjadi pada 2013. Pada tahun tersebut terjadi pengalihan saham kepada perusahaan karet asing yang dalam sejumlah dokumen disebut Yifeng Rubber Pte. Ltd. dari Singapura.

Yifeng disebut berada dalam jaringan Southland Rubber Group, kelompok usaha karet yang berbasis di Thailand. Masuknya investor tersebut membuat status perusahaan berubah dari PMDN menjadi Penanaman Modal Asing (PMA).

Perubahan kepemilikan tersebut juga menjadi bagian dari perkembangan Abaisiat Raya sebagai perusahaan yang terhubung dengan jaringan perdagangan karet internasional. Profil Southland mencatat PT Abaisiat Raya sebagai salah satu investasi grup tersebut di Indonesia pada 2013.

Setelah masuk ke jaringan Southland, perusahaan terus menjalankan kegiatan pengolahan karet remah di Padang. Data mengenai kapasitas produksi menunjukkan perbedaan antarperiode dan sumber, dengan angka sekitar 36.000 hingga 48.000 metrik ton per tahun.

Salah satu profil perusahaan yang lebih baru mencantumkan kapasitas terpasang sekitar 36.000 MT per tahun. Perbedaan angka tersebut dapat berkaitan dengan perbedaan periode pencatatan, kapasitas terpasang, maupun kapasitas produksi aktual.

Orientasi produksi PT Abaisiat Raya juga mencakup pasar ekspor. Sejumlah profil menyebut produk perusahaan dipasarkan ke Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, sementara laporan operasional pada periode tertentu mencatat pengiriman ke China dan India.

Untuk menjaga kualitas produk, perusahaan menerapkan sistem pengendalian mutu sejak bahan baku diterima hingga produk akhir. Sejumlah dokumen juga mencatat penerapan ISO 9001 untuk manajemen mutu dan ISO 14001 untuk manajemen lingkungan.

Dokumen yang lebih baru turut mencantumkan ISO 45001 dan ISO 14064. Penerapan berbagai standar tersebut menunjukkan tuntutan terhadap perusahaan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga mutu, keselamatan kerja, lingkungan, serta kebutuhan pasar internasional.

Rantai pasok menjadi bagian penting dalam kegiatan perusahaan karena produksi crumb rubber sangat bergantung pada ketersediaan bokar dari berbagai daerah. Dalam profil kemitraan, perusahaan juga disebut bekerja sama dengan pelaku UMKM untuk penyediaan bahan baku, dengan program kemitraan yang mulai dicatat pada Oktober 2023.

Kemitraan tersebut menempatkan pabrik sebagai salah satu mata rantai yang menghubungkan petani atau pemasok karet rakyat dengan industri pengolahan dan pasar ekspor.

Dalam profil perusahaan periode 2024–2025, PT Abaisiat Raya masih tercatat sebagai perusahaan industri karet remah yang beroperasi di Kota Padang. Bidang usahanya tercatat sebagai industri karet remah (crumb rubber) dengan kode KBLI 22123.

Produk yang tercantum meliputi SIR 10, SIR 20, mixture rubber, dan compound rubber. Produk tersebut digunakan sebagai bahan dasar industri, termasuk kebutuhan industri ban kendaraan.

Keberadaan Abaisiat Raya juga menjadi bagian dari perkembangan industri pengolahan karet di Sumatera Barat. Kota Padang memiliki posisi penting dalam perdagangan komoditas karena aksesnya terhadap Pelabuhan Teluk Bayur.

Lokasi perusahaan di koridor Padang–Painan juga memberikan keterhubungan dengan sejumlah daerah penghasil bahan baku karet di Sumatera. Data BPS mencatat ABAISIAT RAYA, PT sebagai perusahaan dengan produk utama crumb rubber yang berlokasi di Jalan Padang–Painan KM 9, Kota Padang.

Dengan perjalanan tersebut, PT Abaisiat Raya menjadi bagian dari ekosistem industri yang menghubungkan karet rakyat, pemasok bahan baku, pabrik pengolahan, jalur distribusi, hingga konsumen industri di pasar internasional.

Secara kronologis, perusahaan berdiri pada 1989 dan berkembang sebagai industri pengolahan karet berstatus PMDN. Pada 2013 terjadi perubahan kepemilikan dan masuknya Yifeng Rubber/Southland Rubber yang diikuti perubahan status menjadi PMA.

Setelah itu, Abaisiat Raya berkembang dalam jaringan Southland Rubber Group. Pada 2023, perusahaan mulai mencatat kerja sama kemitraan dengan sejumlah UMKM dalam penyediaan bahan baku, sedangkan profil 2024–2025 masih mencatat kegiatan produksi crumb rubber dan orientasi pasar ekspor.

Hingga periode terbaru yang tersedia dalam sumber, PT Abaisiat Raya masih tercatat sebagai perseroan terbatas yang beroperasi di Kota Padang. Sejarahnya memperlihatkan perubahan dari industri karet dengan kepemilikan lokal pada akhir 1980-an menjadi bagian dari jaringan industri karet internasional.

Perjalanan tersebut tetap mempertahankan kegiatan utama perusahaan dalam pengolahan karet remah, khususnya SIR 10 dan SIR 20, sekaligus memperluas hubungan dengan pemasok karet rakyat dan pasar ekspor.