Kisaran, Tandaglobal.news — PT Wipolimex Raya merupakan salah satu perusahaan pengolahan karet alam yang berkembang di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Perusahaan ini mengolah karet alam menjadi crumb rubber atau karet remah yang digunakan sebagai bahan baku industri berbasis karet.
Sejarah PT Wipolimex Raya memiliki hubungan erat dengan keberadaan pabrik karet di Kisaran. Fasilitas yang kemudian menjadi bagian dari perusahaan tersebut telah berdiri sejak awal 1980-an. Pabrik itu awalnya dimiliki PT Kisaran Raya Rubber Industry sebelum akhirnya diambil alih PT Wipolimex Raya pada 2001.
Awal Berdirinya Pabrik di Kisaran
Menurut Profil Investasi Efisiensi Energi 2013 yang memuat profil PT Wipolimex Raya, pabrik di Kisaran pada awalnya merupakan milik PT Kisaran Raya Rubber Industry, perusahaan berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri atau PMDN.
Pabrik tersebut dibangun pada 1983 dan mulai berproduksi pada 1984. Lokasinya berada di Jalan Prof. H.M. Yamin, Sentang, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Keberadaan fasilitas ini memperkuat posisi Kisaran dalam mata rantai industri pengolahan karet di Sumatera Utara. Pada periode tersebut, Sumatera Utara merupakan salah satu wilayah penting dalam produksi dan pengolahan karet alam Indonesia.
Bahan baku dari perkebunan karet kemudian diproses menjadi produk setengah jadi yang dapat digunakan oleh industri karet pada tahap berikutnya.
Pengambilalihan pada 2001
Perubahan penting terjadi pada 10 September 2001, ketika PT Wipolimex Raya mengambil alih PT Kisaran Raya Rubber Industry.
Pengambilalihan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan fasilitas pengolahan karet di Kisaran. Sejak saat itu, pabrik masuk dalam pengelolaan PT Wipolimex Raya.
Dalam riwayat perusahaan, 2001 juga disebut sebagai tahun ketika PT Wipolimex Raya menyelesaikan pengambilalihan pertamanya sekaligus mulai menjalankan operasi dan produksi pabrik crumb rubber pertamanya.
Karena itu, terdapat perbedaan antara usia pabrik dan usia pengelolaan oleh PT Wipolimex Raya. Pabrik dibangun pada 1983 dan mulai berproduksi pada 1984, sedangkan 2001 menjadi tonggak ketika fasilitas tersebut diambil alih PT Wipolimex Raya.
Memproduksi Crumb Rubber
Setelah pengambilalihan, PT Wipolimex Raya melanjutkan kegiatan pengolahan karet alam dengan produk utama berupa crumb rubber.
Produk yang dihasilkan terutama terdiri atas Standard Indonesian Rubber (SIR) 10 dan SIR 20. Kedua produk tersebut merupakan karet alam yang telah diproses dan diuji berdasarkan spesifikasi teknis tertentu.
SIR 10 dan SIR 20 menjadi bahan baku penting bagi industri pengolahan karet, termasuk industri ban dan berbagai produk berbahan dasar karet.
Profil perusahaan yang diterbitkan melalui program efisiensi energi Kementerian ESDM mencatat bahwa orientasi pasar PT Wipolimex Raya terutama berada pada pasar ekspor.
Pembeli utama produk perusahaan disebut berasal dari industri ban, sementara sebagian lainnya berasal dari industri barang jadi berbahan karet.
Tercatat dalam Direktori BPS
Perkembangan PT Wipolimex Raya juga tercatat dalam Direktori Industri Besar dan Sedang Sumatera Utara 2003 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik atau BPS.
Dalam direktori tersebut, perusahaan tercatat dalam kelompok Industri Karet Remah (Crumb Rubber). Saat itu, perusahaan memiliki 233 pekerja dan beralamat di Jalan HM Yamin, Kisaran.
Data tersebut memberikan gambaran bahwa tidak lama setelah pengambilalihan, fasilitas tersebut telah menjadi bagian dari industri pengolahan karet yang tercatat secara resmi di Sumatera Utara.
Catatan BPS juga memperlihatkan bahwa kegiatan PT Wipolimex Raya merupakan aktivitas manufaktur. Perusahaan tidak sekadar bergerak dalam perdagangan karet, tetapi melakukan proses pengolahan bahan baku menjadi karet remah.
Produksi Meningkat pada 2011-2012
Aktivitas produksi PT Wipolimex Raya berkembang dalam skala cukup besar pada awal dekade 2010-an.
Berdasarkan Profil Investasi Efisiensi Energi 2013, produksi milling perusahaan pada 2011 tercatat sekitar 8,70 juta kilogram, sedangkan produksi crumbing mencapai sekitar 9,09 juta kilogram.
Pada 2012, produksi meningkat. Jumlah milling tercatat sekitar 23,07 juta kilogram, sementara crumbing mencapai sekitar 21,58 juta kilogram.
Rata-rata produksi crumbing pada 2012 mencapai sekitar 2,40 juta kilogram per bulan.
Data tersebut menunjukkan bahwa fasilitas PT Wipolimex Raya di Kisaran telah menjalankan kegiatan pengolahan dengan volume cukup besar pada periode tersebut.
Kapasitas Mencapai 36.000 Ton per Tahun
Dalam riwayat resmi Wipolimex Raya Group, PT Wipolimex Raya disebut sebagai pabrik crumb rubber pertama dalam kelompok usaha tersebut.
Kapasitas produksi pabrik dicantumkan mencapai 36.000 ton per tahun. Kapasitas tersebut menjadi salah satu fondasi bagi perkembangan dan ekspansi Wipolimex Raya Group pada tahun-tahun berikutnya.
Dengan kapasitas tersebut, fasilitas di Kisaran menjadi bagian penting dari kegiatan pengolahan karet kelompok usaha tersebut.
Berada di Tengah Industri Karet Sumatera Utara
Perjalanan PT Wipolimex Raya berlangsung di tengah ekosistem industri karet yang telah berkembang lama di Sumatera Utara.
Kabupaten Asahan dan wilayah sekitarnya memiliki sejarah panjang sebagai kawasan perkebunan sekaligus pengolahan karet. Posisi pabrik di Kisaran membuat perusahaan berada relatif dekat dengan sumber bahan baku dan jaringan perdagangan karet.
Dalam direktori GAPKINDO, PT Wipolimex Raya tercatat sebagai perusahaan processor/exporter. Produk yang dicantumkan adalah SIR 10 dan SIR 20.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki peran dalam rantai pasok karet, mulai dari pengolahan bahan baku hingga penyediaan produk untuk pasar ekspor.
Memasuki Dekade 2010-an
Pada dekade 2010-an, PT Wipolimex Raya tetap menjalankan aktivitas pengolahan karet alam di Kisaran.
Pada 2012, perusahaan mengikuti audit energi melalui Program Kemitraan Kementerian ESDM. Audit tersebut dilakukan oleh PT Miranthi Konsultan Permai.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat penggunaan energi dalam kegiatan operasional perusahaan. Pada periode yang sama, jumlah tenaga kerja di pabrik juga cukup besar.
Profil tahun 2012 mencatat sekitar 256 karyawan yang bekerja di pabrik PT Wipolimex Raya.
Berkembang Menjadi Wipolimex Raya Group
Perjalanan PT Wipolimex Raya kemudian tidak berhenti pada bisnis pengolahan karet.
Menurut riwayat resmi perusahaan, kelompok usaha tersebut bermula pada 1993 sebagai perusahaan yang berfokus pada pengolahan karet alam. Setelah pengambilalihan pabrik pada 2001, kegiatan usaha kemudian berkembang ke sejumlah sektor.
Pada 2009, PT Runding Putra Persada mulai mengembangkan perkebunan kelapa sawit seluas 1.806 hektare. Pabrik kelapa sawit kemudian dibangun dan mulai berproduksi pada 2013 dengan kapasitas 45 ton per jam.
Kemudian pada 2012, PT Grand Xumo Raya mulai mengoperasikan hotel bisnis dengan bangunan 11 lantai dan 220 kamar. Hotel tersebut kemudian dikenal sebagai Four Points by Sheraton Medan.
Ekspansi di sektor karet kembali berlangsung pada 2014 melalui pendirian PT Polykencana Raya, perusahaan patungan antara PT Wipolimex Raya dan Southland Global.
Perusahaan tersebut menjadi pabrik crumb rubber kedua dalam kelompok usaha dengan kapasitas yang dicantumkan sebesar 60.000 ton per tahun.
Pada 2017, kelompok usaha memperluas kegiatan melalui PT Polystone Indo Jaya yang bergerak dalam pengolahan batu.
Selanjutnya pada 2022, PT Poly Bangkinang Raya menjadi pabrik crumb rubber ketiga dalam kelompok usaha setelah pengambilalihan dan mulai beroperasi.
Perkembangan tersebut memperlihatkan perubahan Wipolimex Raya dari kelompok usaha yang berakar pada pengolahan karet menjadi bisnis dengan kegiatan di sejumlah sektor.
Produk Utama SIR 10 dan SIR 20
Hingga informasi perusahaan yang tersedia, PT Wipolimex Raya tetap berfokus pada pengolahan natural rubber menjadi Technically Specified Rubber (TSR) yang dikenal sebagai Standard Indonesian Rubber (SIR).
Produk utama yang dicantumkan perusahaan adalah SIR 10 dan SIR 20.
Keduanya merupakan karet alam olahan yang diproduksi berdasarkan spesifikasi teknis tertentu untuk memenuhi kebutuhan industri karet.
Dalam catatan Kementerian Perindustrian pada 2023, PT Wipolimex Raya juga tercatat menjalani pengujian crumb rubber SIR 10 dan SIR 20 serta plastik bandela SIR 10 dan SIR 20.
Pasar Ekspor
Pasar ekspor menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan PT Wipolimex Raya sejak periode setelah pengambilalihan.
Profil tahun 2013 menyebut pembeli utama produk perusahaan berasal dari industri ban mobil. Sebagian lainnya berasal dari industri barang jadi karet.
Posisi tersebut membuat PT Wipolimex Raya berada dalam bagian penting rantai pasok industri karet. Bahan baku karet alam diproses menjadi produk dengan spesifikasi teknis sebelum digunakan oleh industri hilir.
Aktivitas tersebut sekaligus mencerminkan peran Sumatera Utara sebagai wilayah yang memiliki perkebunan karet, fasilitas pengolahan, serta jaringan perdagangan untuk pasar domestik dan internasional.
Kebijakan Keberlanjutan
Seiring perkembangan bisnis, Wipolimex Raya Group juga mencantumkan sejumlah kebijakan yang berkaitan dengan keberlanjutan.
Kebijakan tersebut antara lain Company Ethics Policy, Environment Policy, Labor and Human Rights Policy, Supplier Code of Conduct, serta Sustainable Procurement Policy.
Kebijakan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari etika usaha dan lingkungan hingga ketenagakerjaan, hak asasi manusia, hubungan dengan pemasok, serta pengadaan berkelanjutan.
Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan produksi, tetapi juga mencakup sejumlah aspek tata kelola dan keberlanjutan.
Lokasi Kantor dan Pabrik
Saat ini PT Wipolimex Raya mencantumkan kantor di Jalan S. Parman No. 41, Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara.
Sementara fasilitas pabriknya berada di Jalan H. Moh. Yamin, Kisaran Naga, Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Lokasi pabrik tersebut melanjutkan hubungan historis perusahaan dengan Kisaran. Kawasan itu telah menjadi tempat pengolahan karet sejak fasilitas awal dibangun pada 1983.
Tercatat dalam Dokumen Pemerintah
Keberadaan PT Wipolimex Raya juga muncul dalam sejumlah dokumen pemerintah.
Dalam daftar perusahaan peserta Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), PT Wipolimex Raya tercatat sebagai perusahaan sektor karet di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.
Nama perusahaan tercantum antara lain dalam dokumen PROPER 2019 serta daftar terkait pada 2022.
Catatan tersebut memperkuat posisi PT Wipolimex Raya sebagai perusahaan sektor industri pengolahan yang aktivitasnya masuk dalam cakupan pemantauan dan kebijakan lingkungan pemerintah.
Garis Waktu Perjalanan PT Wipolimex Raya
1983 — Pabrik yang kemudian menjadi fasilitas PT Wipolimex Raya dibangun di Kisaran.
1984 — Pabrik mulai berproduksi di bawah PT Kisaran Raya Rubber Industry.
10 September 2001 — PT Wipolimex Raya mengambil alih PT Kisaran Raya Rubber Industry.
2001 — Pengambilalihan tersebut menjadi tonggak pabrik crumb rubber pertama yang dioperasikan PT Wipolimex Raya dengan kapasitas yang dicantumkan sebesar 36.000 ton per tahun.
2003 — BPS mencatat PT Wipolimex Raya sebagai industri crumb rubber di Sumatera Utara dengan 233 pekerja.
2011-2012 — Data program efisiensi energi mencatat peningkatan volume produksi perusahaan.
2012 — PT Wipolimex Raya mengikuti audit energi melalui program Kementerian ESDM dan mencatat sekitar 256 karyawan.
2014 — Wipolimex Raya Group memperluas bisnis karet melalui PT Polykencana Raya.
2017 — Kelompok usaha memasuki bisnis pengolahan batu melalui PT Polystone Indo Jaya.
2022 — PT Poly Bangkinang Raya menjadi pabrik crumb rubber ketiga dalam kelompok usaha.
2023 — PT Wipolimex Raya tercatat dalam dokumen Kementerian Perindustrian terkait pengujian crumb rubber SIR 10 dan SIR 20 serta plastik bandela.
Jejak Industri Karet dari Kisaran
Sejarah PT Wipolimex Raya tidak dapat dipisahkan dari perjalanan pabrik karet di Kisaran. Fasilitas produksinya telah memiliki akar sejak 1983, ketika pabrik dibangun sebelum mulai beroperasi pada 1984 melalui PT Kisaran Raya Rubber Industry.
Tonggak berikutnya terjadi pada 10 September 2001, ketika PT Wipolimex Raya mengambil alih perusahaan tersebut. Sejak itu, pabrik di Kisaran menjadi fasilitas penting dalam kegiatan PT Wipolimex Raya untuk memproduksi crumb rubber, terutama SIR 10 dan SIR 20.
Perjalanan tersebut kemudian berkembang menjadi bagian dari ekspansi Wipolimex Raya Group ke sejumlah bidang usaha. Dari bisnis yang berakar pada pengolahan karet alam, kelompok usaha tersebut berkembang mencakup perkebunan dan pengolahan sawit, perhotelan, pengolahan batu, serta fasilitas crumb rubber lainnya.
Dengan perjalanan tersebut, PT Wipolimex Raya menjadi salah satu bagian dari sejarah industri karet Sumatera Utara. Pabriknya memiliki akar sejak era 1980-an, sementara perjalanan PT Wipolimex Raya sebagai pengelola fasilitas tersebut memasuki babak penting pada 2001.
Hingga kini, kegiatan utamanya tetap berkaitan dengan pengolahan karet alam menjadi karet teknis SIR 10 dan SIR 20 untuk memenuhi kebutuhan industri karet.




















Tinggalkan Balasan